12 Tren Digital Marketing 2022 yang Harus Diketahui oleh Pemilik Bisnis

tren digital marketing
Freepik

Strategi pemasaran yang ekstensif memaksa pemilik merek untuk fokus mengembangkan tren digital marketing. Ini untuk mengikuti model marketing digital efektif yang diadopsi secara luas.

Jadi, untuk melihat apa yang akan terjadi di tren digital marketing tahun ini dan depan, berikut adalah tren digital marketing yang harus diketahui oleh bisnis dan pemilik merek atau brand.

12 Tren Digital Marketing 2022

1. Meningkatnya Penggunaan Chatbot

Fitur chatbot adalah fitur chat otomatis pada website atau layanan pesan instan yang menggunakan bot atau avatar untuk menjawab chat pelanggan.

Meski sudah terkenal selama beberapa tahun terakhir, tampaknya chatbots ini masih akan digunakan oleh pemilik merek sebagai bagian dari pemasaran digital mereka.

Bahkan diprediksi di antara tren digital marketing di tahun 2022, penggunaan chatbots oleh pemilik merek akan meningkat hingga 80%.

2. Video Marketing akan Meningkat

Menurut sebuah penelitian, sekitar 52% pelanggan memutuskan untuk membeli produk setelah menonton konten video pemasaran. Faktanya, sekitar 70% memilih untuk membagikan video.

Hal ini cukup membuktikan kepada brand bahwa konten digital marketing yang populer saat ini adalah konten gambar yang dinamis, dan bentuk konten video semakin beragam.

Ada 360 video, live video (cerita), video short story, hingga video yang mudah dideteksi oleh mesin pencari menggunakan SEO.

Baca:  4 Alasan Kenapa Harus Menggunakan Jasa Pembuatan Website

3. Meningkatnya Permintaan untuk Kemampuan Pencarian Gambar

Perkembangan teknologi telah memudahkan manusia untuk menemukan barang dengan mengunggah gambar ke mesin pencari.

Hanya dengan alat seperti Google Image, Google Lens, dan Pinterest Lens Anda dapat menemukan sumber gambar Anda, serta rekomendasi gambar serupa lainnya di platform lain.

Tentu saja, ini merupakan keuntungan bagi pemilik merek yang ingin mengoptimalkan pemasaran digital mereka dengan memanfaatkan tren pencarian visual ini, memungkinkan pelanggan untuk membeli produk yang mereka cari.

4. Postingan yang dapat Dibeli di Media Sosial

Tren digital marketing selanjutnya dipengaruhi oleh kecanggihan yang ditawarkan oleh fitur media sosial.

Salah satunya adalah keunggulan fitur Instagram Checkout yang memberikan layanan yang memungkinkan pelanggan untuk melihat harga produk dan membeli apa yang mereka inginkan secara langsung tanpa melalui situs penjualan.

Fitur shopping post di media sosial diharapkan akan banyak digunakan oleh brand dalam strategi digital marketing mereka tahun depan untuk menarik pembeli yang aktif di media sosial.

5. Pencarian Melalui Suara

Pencarian suara diharapkan dapat meningkatkan penggunaannya selama tahun depan.

Oleh karena itu, selain membuat konten video pemasaran, pemilik merek juga harus mempertimbangkan konten suara yang tepat sebagai bagian dari strategi pemasaran digital mereka.

Diimplementasikan oleh Dominoz, strategi ini memungkinkan pelanggan untuk memesan melalui suara di smartphone mereka tanpa harus menghubungi kontak pelanggan.

Selain itu, ada merek lain, seperti Nestle, yang membuat fungsi perintah suara saat Anda memasak produk mereka.

6. Konten Pengguna

Seberapa sering Anda melihat pengguna membuat konten dengan menandai merek dan kemudian di-retweet oleh merek yang relevan?

Taktik memanfaatkan konten pengguna ini kemungkinan akan terus sering digunakan sebagai salah satu strategi digital marketing di tahun depan.

Baca:  Apa itu UX, Elemen, Manfaat, Tips Menciptakan UX

Salah satu alasannya adalah sekitar 90% pembeli lebih cenderung membeli setelah melihat konten yang dibuat oleh konsumen lain. Faktor ini dipengaruhi oleh kepercayaan pembeli terhadap merek tersebut.

7. Gunakan Otomatisasi dan Kecerdasan Buatan

Hampir 30% bisnis akan menggunakan kecerdasan buatan dan otomatisasi proses dalam bisnis mereka.

Dengan memanfaatkan kedua faktor ini, membawa beberapa perubahan pada layanan bisnis yang telah terjadi, seperti kemampuan chatbot dan kemampuan untuk memprediksi perilaku pelanggan, menghemat waktu dan biaya.

8. Pemasaran Influencer

Meskipun Instagram telah menghapus fitur serupa dari aplikasinya, tampaknya ini tidak akan mengurangi kehadiran influencer untuk meningkatkan kehadiran merek.

Influencer masih akan ada tahun depan dan perlu menjadi bagian dari strategi pemasaran digital.

Permintaan pemasaran oleh influencer tidak hanya di Instagram, tetapi juga di platform seperti Youtube dan Facebook.

9. Artificial Intelligence

Teknik AI ini merupakan cara memanfaatkan data pelanggan, yang kemudian dipelajari oleh AI untuk menganalisis langkah selanjutnya yang akan dilakukan pelanggan.

AI ini telah banyak diterapkan di beberapa perusahaan untuk mempelajari perjalanan pelanggan yang dilakukan pelanggan mereka.

Salah satunya adalah Starbucks. Perusahaan yang menggunakan teknologi ini . Pada 2016, Starbucks mengandalkan aplikasi seluler untuk mengumpulkan data dan menganalisis pelanggan.

Data yang mereka kumpulkan adalah riwayat belanja, kapan pelanggan melakukan pemesanan, dan lokasi toko yang mereka kunjungi.

Dilihat dari data tersebut, Starbucks akhirnya berhasil memberikan layanan yang lebih personal, seperti menawarkan rekomendasi minuman, menawarkan promosi khusus, dan banyak lagi.

10. Voice Search

Pencarian Suara pada awalnya dibuat untuk memudahkan penyandang disabilitas dalam mengoperasikan ponsel cerdas mereka, mulai dari melakukan panggilan, membuka aplikasi, dan lainnya.

Baca:  Neuromarketing Digital: 15 Teknik untuk Menjual Lebih Banyak

Saat ini penggunaan voice search sudah mulai berkembang untuk memudahkan kehidupan sehari-hari masyarakat.

Pengguna smartphone hanya perlu mengaktifkan Google Assistant dan memberikan instruksi, seperti “Halo Google, tolong cari kafe di dekat sini.” Setelah beberapa detik, Google Assistant akan memberikan daftar lokasi kafe di sekitar Anda.

Karena penggunaannya yang begitu praktis, tak heran jika voice search menjadi salah satu tren digital marketing yang paling banyak digunakan.

11. Mobile First Marketing

Hampir semua orang di dunia menggunakan smartphone. Di Indonesia sendiri, pengguna smartphone akan mencapai 170,4 juta pada tahun 2022.

Melihat banyaknya pengguna smartphone inilah yang menjadi alasan mengapa para digital marketer mulai fokus pada aksesibilitas website mereka ke pengguna mobile.

Jika dulu mereka memikirkan tata letak situs web agar terlihat menarik di desktop, mereka sudah mulai memikirkan pengalaman pengguna yang nyaman dan kecepatan situs web untuk pengguna seluler.

Buat Anda yang punya website bisnis dan penasaran dengan kecepatan loading website StickFriends di smartphone Anda, bisa cek Page Speed ​​Insight.

12. Podcast

Di seluruh platform, podcast menjadi lebih beragam dan pendengar bertambah.

Faktanya, Google juga telah menambahkan episode podcast yang dikuratori ke SERP, seperti yang ditunjukkan di bawah ini.

Tentu saja, ada peningkatan minat pada podcast ini, dan ada banyak peluang untuk mendapatkan keuntungan darinya.

Podcasting adalah salah satu cara yang dapat Anda pilih untuk meningkatkan kesadaran merek dan keterlibatan audiens.

Jadi jangan lupa jadikan tren digital marketing ini sebagai strategi Anda di tahun 2022 ya?