Syarif Syarif seorang Digital Marketing, SEO Specialist, dan Digital Writing. Saat ini memiliki kesibukan mengelola beberapa web / Blog dan memiliki hobi bermain Game.

Review Bibit Reksadana: Apakah Tempat Terbaik  untuk Investasi?

6 min read

bibit reksadana

bibit reksadana

Bibit Reksadana merupakan aplikasi yang menyediakan reksadana untuk membantu investor pemula dalam mulai investasi. Dalam aplikasi Bibit, investor bisa langsung melakukan investasi dan tingkat risikonya dapat disesuaikan dengan status risiko masing-masing investor.

Ini dicapai oleh Bibit melalui teknologi pemenang Hadiah Nobel (yaitu, Modern Portfolio Theory). Teknologi ini dapat membantu investor pemula untuk mengidentifikasi profil risiko mereka, yang dapat diklasifikasikan menurut beberapa indikator seperti usia, toleransi risiko, dan juga status keuangan.

Bibit adalah agen penjual reksadana (APERD) yang berdiri sejak Januari 2019. Bibit juga mendapat izin dari OJK yang mengesahkan Bibit sebagai agen reksadana.

Tertarik untuk berinvestasi reksadana lewat Bibit? Berikut ini ulasan lengkapnya mengenai bibit reksadana di bawah ini!

Cara Berinvestasi Bibit Reksadana

Dengan penerapan teknologi tersebut, Bibit akan mempelajari profil risiko nasabah dan merekomendasikan alokasi investasi terbaik. Misalnya, jika profil Anda agresif, Bibit akan merekomendasikan untuk mengalokasikan lebih banyak dana investasi ke reksadana saham.

Selain itu, apabila informasi pribadi Anda konservatif, Anda disarankan untuk mengalokasikan lebih banyak investasi pada dana pasar uang dan obligasi. Anda dapat menerima atau menolak saran tersebut. Sesuaikan dengan tujuan investasi Anda sendiri.

Dibawah ini merupakan tahapan dalam melakukan investasi di Bibit reksadana.

  • Download aplikasi Bibit ke ponsel Anda melalui App Store atau Play Store.
  • Anda dapat mendaftarkan akun secara online, termasuk membuka akun secara digital tanpa menggunakan formulir! Berdasarkan nilai investasi awal minimum Bibit, jumlah pembukaan rekening dimulai dari Rp 500.000.
  • Berdasarkan data pribadi Anda, Anda akan langsung mendapatkan rekomendasi portofolio investasi terbaik dan mengevaluasinya berdasarkan usia, pendapatan, dan toleransi risiko Anda. Biasanya, 5 saran teratas direkomendasikan berdasarkan informasi pribadi.

Anda dapat segera mulai berinvestasi dengan membeli reksadana yang direkomendasikan. Lihat portofolio Anda kapan pun, di mana pun, karena untuk layanannya semua tersedia secara online.

Setelah investasi awal di reksadana Bibit, Anda bisa melakukannya secara rutin setiap bulan. Saran kecil adalah membeli reksadana setiap bulan untuk mempercepat realisasi tujuan investasi Anda.

Kelebihan dan Kekurangan Bibit Reksadana

Dengan canggihnya Teknologi akan memudahkan Anda dalam mengidentifikasi risiko investor potensial adalah salah satu kekuatan BIbit.  Namun, dibalik berbagai kelebihannya, tetap kekurangan yang perlu dipertimbangkan sebelum berinvestasi di Bibit reksadana.

Simak ulasan berikut tentang kelebihan dan kekurangan platform Bibit reksadana online.

Kelebihan

Salah satu kelebihan berinvestasi di reksadana online adalah biaya manajemen dan pengeluaran lainnya lebih ringan daripada berinvestasi langsung pada manajer investasi. Tentu ada kelebihan lainnya.

Berikut kelebihan berinvestasi di Bibit reksadana yang dapat dijadikan pertimbangan.

  • Komisi gratis, karena semua pembelian reksadana yang dilakukan di Bibit bebas komisi.
  • Modal investasi minimum berkisar dari Rp 100.000 hingga jumlah nominal yang sesuai untuk kenyamanan investor.
  • Bisa ditarik kapan saja dan di mana saja tanpa penalti.
  • Tidak ada pajak.
  • Bibit tidak akan menyimpan dana Anda, jadi bank perlu memberikan keamanan finansial. Dana investasi langsung ditransfer ke bank kustodian dan dikelola oleh perusahaan yang disetujui oleh OJK. Seperti halnya di bank, dana hanya bisa dialokasikan ke rekening atas nama Anda.
  • Dukungan teknologi tinggi yang diberikan oleh metode teori portofolio modern telah terbukti melindungi risiko dan memaksimalkan keuntungan melalui diversifikasi.
  • Secara otomatis menyeimbangkan ulang untuk menjaga distribusi optimal.
  • Tidak ada formulir yang diperlukan dalam beberapa menit, dan perencana keuangan serta formulir elektronik dapat membuka akun instan secara digital.

Kekurangan

Selain kelebihan yang disebutkan di atas, ada beberapa kekurangan yang harus kita ketahui dibawah ini.

  • Robo Advisor diharapkan sangat pandai dalam mendeteksi kondisi risiko, namun belum tentu mendapatkan keuntungan maksimal saat memilih jenis reksadana.
  • Produk reksadana yang tersedia di aplikasi terbatas, sehingga investor tidak bisa leluasa memilih reksadana.
  • Pertanyaan survei yang diberikan terbatas, dan berbagai kondisi risiko hanya dibagi menjadi 10 jenis.
Baca:  15 Cara Beli Saham Online Indonesia dan Meminimalkan Risiko

Robo Advisor merupakan teknologi yang akan membantu calon investor untuk menyusun  portofolio investasi terbaik. Teknologi ini secara otomatis mengklasifikasikan Anda berdasarkan usia, status risiko, dan tujuan hidup Anda.

Teknik ini didukung oleh penelitian pemenang Hadiah Nobel Harry Markowitz, yang disebut dengan “teori portofolio modern”. Teknologi Bibita mendemokrasikan penelitian akademis yang telah terbukti, sehingga siapa pun dapat melakukan investasi dengan baik dan benar.

Cara Kerja Bibit Reksadana

Analisis risiko otomatis (Auto Risk Profiling): Untuk mulai berinvestasi, Anda harus menjawab 6 pertanyaan agar teknologi Robo Advisor dapat menggunakan algoritme yang tidak memihak untuk menentukan profil risiko Anda.

  • Rencana pengelolaan keuangan otomatis: Berdasarkan jawaban dari 6 pertanyaan yang Anda ajukan, Anda akan mendapatkan alokasi portofolio reksadana terbaik.
  • Penyeimbangan ulang otomatis: Saat pasar berubah, seed secara otomatis akan mempertahankan alokasi optimal Anda.

Jenis Bibit Reksadana

Sebelum berinvestasi di Bibit, harap tentukan jenis reksadana yang bisa Anda pertimbangkan untuk bisa berinvestasi serta menempatkan uang Anda di reksadana.

1. Reksadana Pasar Uang

Reksadana pasar uang merupakan reksa dana investasinya yang 100% ditempatkan dalam instrumen pasar uang, misalnya obligasi dan memiliki jangka waktu kurang dari setahun, deposito, dan juga Sertifikat Bank Indonesia atau SBI.

Dengan mempertahankan waktu yang singkat, reksa dana jenis ini dapat mengurangi risiko. Dibandingkan dengan jenis lainnya, reksa dana pasar uang merupakan yang paling aman. Namun, tentunya manfaatnya juga paling kecil dibanding manfaat lainnya. Imbal hasil reksa dana pasar uang masih lebih tinggi dibandingkan deposito.

Alokasi reksadana pasar uang Bibit, yaitu:

  • Deposito Bank OCBC NISP
  • Deposito Bank BTPN
  • Deposito Bank Standard Chartered
  • Deposito Bank BNI
  • Obligasi jangka pendek oleh SMF (Sarana Multigriya Financial)

2. Reksadana Obligasi

Seperti namanya, reksa dana jenis ini lebih banyak mengalokasikan investasi pada efek hutang atau obligasi. Ketika Anda akan membeli reksadana obligasi, maka ada sebagian besar dana investor yang dikumpulkan akan dilakukan oleh manajer investasi untuk membeli sekuritas utang jangka panjang.

Pada komposisi portofolio di reksa dana obligasi mencakup sekitar 80% surat utang, sisanya di produk pasar uang. Lantas, dari mana pendapatan reksa dana ini?

Jawabannya ada dipembayaran kupon obligasi yang diterima oleh manajer investasi tersebut. Menerima kupon, atau bunga, artinya harga reksa dana akan naik, yang tentunya berdampak pada keuntungan Anda sebagai investor reksa dana obligasi.

3. Reksadana Saham

Untuk reksa dana jenis ini, komposisi terbesar adalah 80% dialokasikan pada efek saham dan sisanya dialokasikan pada efek hutang atau pasar uang. Jika dibandingkan dengan reksa dana lainnya, saham merupakan portofolio investasi paling berisiko.

Selain itu, potensi manfaatnya juga paling besar. Di Bibit, untuk alokasi dalam investasi reksa dana BNI AM IDX30 yaitu 99% saham dan 1% nya kas dan deposito. Maka dengan demikian, sejumlah dana investir yang telah terkumpul akan dibeli oleh manajer investasi.

Bagian terbesar yang dialokasikan adalah:

  • Bank BRI
  • BCA
  • Astra Internasional
  • Mandiri
  • Telkom Indonesia

Disaat harga saham yang dibeli BNI AM IDX30 naik maka nilai aktiva bersih (harga) reksa dana juga ikut meningkat. Begitu pula ketika harga beli saham cenderung turun, nilai aktiva bersih reksa dana juga cenderung turun.

4. Reksadana syariah

Secara umum, reksa dana syariah hampir sama dengan reksa dana konvensional. Namun dalam pengelolaannya tidak melanggar prinsip syariah di pasar modal. Untuk pengelolaannya ada kebijakan investasi reksa dana syariah yang hanya berinvestasi pada perusahaan halal dan memenuhi syarat rasio keuangan tertentu.

Kata halal yang dimaksud yaitu manajer investasi tidak melakukan investasi di:

  • Perusahaan yang memproduksi atau menjual aktivitas ilegal menurut Islam, seperti penjualan daging babi, alkohol, hiburan perjudian, pornografi, dll.
  • Membahayakan manusia, perusahaan berbahaya (rokok).
  • Perusahaan yang melakukan bisnis adalah lintah darat atau judi (maysir).
  • Berdagang tanpa penyerahan barang.
  • Melakukan transaksi penawaran dan permintaan palsu.
  • Jual beli mengandung ketidakpastian dan bersifat spekulatif.
  • Transaksi suap.
Baca:  14 Daftar Saham Blue Chip 2021 yang Memiliki Likuiditas Tinggi

Untuk memenuhi rasio keuangan yaitu sebagai berikut:

  • Dibandingkan dengan total ekuitas, total hutang berbasis bunga tidak melebihi 82% (82%) yang berarti 55% modal dan 45% hutang,
  • Dibandingkan dengan total pendapatan usaha dan pendapatan lainnya, untuk jumlah pendapatan bunga dan juga pendapatan non-likuidasi lainnya tidak melebihi 10%.
  • Kebijakan investasi reksa dana syariah hanya dapat diterapkan pada instrumen keuangan yang sesuai dengan syariah, antara lain:
  • Efek pasar modal Syariah: sukuk, saham yang termasuk dalam DES (daftar efek Syariah), dan efek hutang lainnya berdasarkan prinsip Syariah.
  • Instrumen pasar uang syariah: Sertifikat SWBI (Sertifikat Wadiah Bank Indonesia), SIMA (Sertifikat Investasi Mudharabah Antar Bank), Sertifikat CD Mudharabah Mutlaqah dan Sertifikat CD Mudharabah Muqayyadah.

Cara Membeli Bibit Reksadana

Ada empat cara untuk membeli Bibit reksadana di platform online ini. Bagi yang berminat berinvestasi reksa dana di Bibit bisa memilih salah satu cara berikut.

1. Pembelian lewat virtual BNI

Dibawah ini merupakan langkah-langkah dalam membeli reksadana di Bibit dengan Virtual Account BNI, sebagai berikut:

  • Login ke website Bibit
  • Mengecek Rekomendasi Robo
  • Lalu Klik ‘Investasi Sekarang’
  • Masukan Order, dan klik Beli
  • Silahkan Checklist bahwa Anda telah setuju dengan syarat dan ketentuan dan klik Bayar Sekarang
  • Lalu Pilih Virtual Account, dan klik Bayar
  • Pilih lagi Virtual Account BNI, dan klik Bayar

Anda akan masuk ke halaman “Detail Pesanan” untuk mendapatkan informasi tentang rekening tujuan transfer dan jumlah transfer. Klik Salin untuk menyalin akun virtual, lalu transfer ke akun virtual sesuai pesanan nama Anda

Untuk membaca panduan transfer (metode pembayaran), scroll ke bawah ke halaman “Detail Pesanan”.

2. Membeli Reksadana yang Direkomendasikan Robo

Berikut langkah-langkah untuk membeli reksa dana yang disarankan Robo di Bibit:

  • Dalam membeli reksa dana, yang perlu Anda lakukan hanyalah membuka beranda dan klik Investasikan sekarang.
  • Masukkan jumlah yang ingin Anda investasikan, dan klik “Beli”.
  • Bacalah prospektus produk reksa dana yang ingin Anda beli dengan mengklik “Read More”, “Checklist” (jika setuju), kemudian klik “Konfirmasi”.
  • Setelah itu, pilih metode pembayaran dengan menggunakan Go-Pay, LinkAja atau melakukan transfer manual, lalu klik “Bayar”.
  • Khusus untuk metode transfer manual, Anda perlu mengunggah struk transfer di konfirmasi pembayaran.

3. Membeli Reksadana lewat Gopay

Berikut langkah pembelian reksa dana melalui Gopay:

  • Klik Investasikan sekarang.
  • Masukkan nama pembelian dan klik Beli.
  • Anda setuju dengan daftar isi prospektus dan klik “Konfirmasi”.
  • Pilih pembayaran GO-PAY, dan klik Bayar.
  • Klik untuk membuka aplikasi GO-PAY.
  • Klik Bayar.
  • Masukkan kata sandi GO-PAY Anda.
  • Jumlah pembelian akan langsung ditampilkan di halaman “Portofolio”.

4. Membeli Reksadana Sesuai Pilihan Anda

Berikut langkah-langkah untuk membeli reksa dana pilihan Anda.

  • Di halaman beranda, klik tombol “Telusuri”.
  • Pilih jenis reksa dana, lalu klik produk reksa dana pilihan Anda.
  • Untuk mengetahui data dan informasi reksa dana silahkan scroll ke bawah untuk membaca prospektus, dan apabila sudah yakin klik “Beli”.
  • Masukkan jumlah yang ingin Anda investasikan dan klik “Beli”
  • Periksa daftar semua isi prospektus reksa dana Anda yang disetujui dan klik “Konfirmasi”.
  • Pilih jenis pembayaran, apakah Anda ingin menggunakan LinkAja, Go-Pay, ataupun transfer manual, setelah itu klik “Bayar”.

Cara Mencairkan Bibit Reksadana

Mencairkan reksa dana berarti Anda menjual portofolio investasi Anda dengan imbalan uang tunai. Apa yang harus saya lakukan? Simak prosedur penarikan reksa dana di seed berikut!

  • Klik menu portfolio
  • Pilih apakah Anda ingin menjual portofolio dana pensiun atau portofolio dana tabungan.
  • Klik tombol “Jual” pada reksa dana yang ingin Anda jual.
  • Tentukan jumlah unit yang akan dijual dengan menggeser slider, setelah itu klik “Jual”.
  • Masukkan PIN Anda dan klik “Konfirmasi” untuk mengkonfirmasi transaksi penjualan.
  • Ketika hasil penjualan reksa dana masuk ke rekening pribadi Anda, Anda akan menerima email.

Demikian ulasan singkat kami mengenai Bibit Reksadana. Semoga bermanfaat.

Syarif
Syarif Syarif seorang Digital Marketing, SEO Specialist, dan Digital Writing. Saat ini memiliki kesibukan mengelola beberapa web / Blog dan memiliki hobi bermain Game.
×

Tingkatkan keahlian dan siap kerja dengan ikut kursus gratis

Disini