8 Produk Reksadana Saham Terbaik dengan Rutrn Tinggi

produk reksadana saham terbaik

Produk reksadana saham terbaik | Reksadana saham belum mencapai hasil yang memuaskan. Dalam tiga bulan di tahun 2019 lalu, salah satu indikatornya terlihat dari rata Рrata tentang  kinerja reksa dana saham yang mencapai 1,43%.

Padahal, dalam periode yang sama, indeks harga saham gabungan (IHSG) naik 4,43%. Artinya, banyak Manajer Investasi (MI) yang gagal mengimbangi kinerja IHSG.

Namun, bukan berarti tidak ada MI tahun lalu yang menggabungkan dana saham dengan imbal hasil yang baik. Data Bareksa menunjukkan bahwa antara 24 Juni 2018 hingga 24 Juni 2019, terdapat 7 reksa dana saham yang mampu memberikan return lebih dari 10%. Bahkan, salah satunya berhasil mendapatkan return lebih dari 20%.

Reksa dana saham adalah reksa dana yang digunakan untuk berinvestasi dalam pembelian saham yang tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI). Hasil keuntungan dari reksadana diikuti kenaikan harga saham yang dibeli di bursa.

Berikut adalah produk reksadana saham dengan kinerja terbaik dalam satu tahun terakhir!!

8 Produk Reksadana Saham Terbaik

1. Reksadana saham Avrist Equity

Reksa dana saham diluncurkan oleh MI Avrist Asset Management pada 15 Mei 2013. Saat ini dana kelolaan Rp 2,941 miliar, dan nilai kekayaan bersih per unit Rp 897,28.

Dari profil reksa dana hingga Mei 2019, reksa dana saham mengalokasikan portofolionya pada saham beberapa perusahaan besar, seperti PT Bank Central Asia Tbk, PT Bank Mandiri Tbk, Bank Rakyat Indonesia Tbk dan Unilever Indonesia Tbk.

Kebijakan investasi minimum untuk efek ekuitas adalah 80% dan maksimum 98%, minimum untuk efek hutang adalah 0% dan maksimum 20%, dan minimum untuk instrumen pasar uang dan / atau deposito adalah 2% dan maksimum 20%.

2. Reksadana saham HPAM Ultima Equitas

Sejak 7 Desember 2009, reksa dana dari Henan Putihrai Asset Management ini telah diterbitkan. Reksa dana menetapkan harga beli awal Rp 500.000 dan harga beli selanjutnya Rp 100.000. Saat ini dana kelolaan Rp 1,377 triliun, dan nilai kekayaan bersih per unit Rp 2.749,70.

Dari profil reksa dana hingga Mei 2019, reksa dana saham mengalokasikan portofolionya ke banyak saham seperti PT AKR Corporindo, Tbk, PT Chandra Asri Petrochemical Tbk, PT Waskita Karya Tbk dan PT Bank Mandiri Tbk, PT Surya Semesta Internusa Tbk.

Kebijakan investasi adalah 80% sampai 100% ekuitas dan 0% sampai 20% surat utang dan instrumen pasar uang.

3. Reksadana Saham Narada Saham Indonesia

Reksa dana tersebut telah diterbitkan oleh Manajemen Narada Aset sejak 25 Juni 2013. Harga pembelian awal reksa dana adalah Rp 100.000. Saat ini dana kelolaan telah mencapai 62.528,8 miliar rupiah, dan nilai kekayaan bersih per unit sebesar 1.663,11 rupiah.

Dari profil reksa dana hingga April 2019, reksa dana saham mengalokasikan portofolionya ke banyak saham seperti PT Telekomunikasi Indonesia Tbk, PT Waskita Karya Tbk dan PT Kapuas Prima Coal tbk, PT Perusahaan Gas Negara Tbk, dan PT Terrega Asia Energy Tbk.

Ekuitas domestik dari kebijakan investasi adalah 80% hingga 100%, dan instrumen pasar uang adalah 0% hingga 20%.

4. Reksadana Saham Prospera BUMN Growth Fund

Reksa dana ini diterbitkan oleh Prospera Asset Management pada 8 Mei 2015. Harga pembelian awal yang ditetapkan reksa dana adalah Rp 100.000. Saat ini dana kelolaan Rp 122,576 miliar dan nilai kekayaan bersih per unit Rp 1338,01.

Dari profil reksa dana hingga Mei 2019, reksa dana saham mengalokasikan portofolionya kepada banyak BUMN, seperti PT Bank Rakyat Indonesia Tbk, PT Jasa Marga Tbk, PT Perusahaan Gas Negara Tbk, PT Bank Mandiri Tbk, PT Bank Negara Indonesia Tbk, PT Semen Indonesia Tbk, PT Surya Citra Media Tbk, PT Bukit Asam Tbk, PT Wijaya Karya Tbk dan PT Telekomunikasi Indonesia Tbk.

Baca:  HSB Investasi | Broker Forex, Oil, Logam Mulia, Saham Berbasis Aplikasi

Kebijakan investasi adalah 80%, sekuritas saham sampai dengan 100% (minimal 55% saham BUMN), dan minimal 0% sampai dengan 20% pada instrumen pasar uang.

5. Reksadana Saham Capital Optimal Equity

Reksa dana ini diterbitkan oleh perusahaan pengelola aset modal pada 6 Februari 2017. Harga pembelian awal yang ditetapkan reksa dana adalah Rp 100.000. Saat ini dana kelolaan Rp 24,553 miliar, dan nilai kekayaan bersih per unit Rp 1.149,40.

Dari profil reksa dana hingga Mei 2019, reksa dana saham mengalokasikan portofolionya ke banyak perusahaan besar seperti PT Bank Rakyat Indonesia Tbk, PT HM Sampoerna Tbk, PT Bank Central Asia Tbk, PT Bank Negara Indonesia Tbk, dan juga PT Telekomunikasi Indonesia Tbk.

Kebijakan investasi efek ekuitas adalah 80% dari nilai aktiva bersih, sampai dengan 100%, sedangkan untuk instrumen pasar uang domestik paling sedikit 0% dan paling banyak 20% dari nilai aktiva bersih.

6. Reksadana Cerdas

Sejak 9 Februari 1999, reksa dana saham ini diterbitkan oleh Ciptadana Asset Management. Nilai pembelian awal reksa dana adalah Rp 100.000. Saat ini dana kelolaan Rp 10,962 miliar dan nilai kekayaan bersih per unit Rp 16.511,42.

Dari profil reksa dana hingga Mei 2019, reksa dana saham mengalokasikan portofolionya ke banyak perusahaan besar seperti PT Telekomunikasi Indonesia Tbk, PT Bank Central Asia Tbk, PT Bank Rakyat Indonesia Tbk, PT HM Sampoerna Tbk dan PT Multi Bintang Indonesia.

Kebijakan investasi adalah 80% efek ekuitas dan maksimum 100%, dan instrumen pasar uang minimum 0% dan maksimum 20%.

7. Semesta Dana Saham

Reksa dana ini diterbitkan oleh Semesta Aset Manajemen mulai 21 Maret 2014. Nilai pembelian awal reksa dana adalah Rp 100.000. Saat ini dana kelolaan Rp 16,663 miliar dan nilai kekayaan bersih per unit Rp 1.159,39.

Dari gambaran reksa dana hingga April 2019, reksa dana saham mengalokasikan portofolionya kepada PT Astra International Tbk, PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk, PT Telekomunikasi Indonesia Tbk, PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk dan PT Bank Rakyat Indonesia Tbk.

Kebijakan investasi adalah 80% efek ekuitas dan maksimum 100%, dan instrumen pasar uang minimum 0% dan maksimum 20%.

8. Reksadana saham Sucorinvest Equity Fund

Selama periode satu tahun sejak 3 Juli 2018 hingga 2 Juli 2019, reksa dana yang diterbitkan oleh PT Sucorinvest Asset Management memiliki return sebesar 14,27%. Pada 2 Juli 2019, nilai aset bersih reksa dana ekuitas mencapai 2.258,63.

Sucorinvest Asset Management merupakan anak perusahaan Sucorinvest Group, mereka adalah penyedia produk dan jasa sekuritas, manajemen aset dan bisnis pialang, dan telah beroperasi lebih dari 20 tahun.

Investasi jangka panjang dengan berinvestasi pada saham yang menyumbang setidaknya 60% dari total 45 saham LQ.

Hingga Maret 2019, saham terpilih adalah PT Bank Negara Indonesia Tbk, PT Bank Rakyat Indonesia Tbk, PT Adhi Karya (Persero) Tbk, PT Aneka Tambang Tbk, dan PT Telekomunikasi Indonesia Tbk.

3 Cara Memilih Produk Reksadana Saham Terbaik

1. Pilih Platform yang Tepat

Dunia menjadi semakin kompleks. Anda dapat berinvestasi secara online melalui smartphone Anda, yaitu dengan aplikasi Bibit. Reksa dana online akan membuat investasi Anda lebih menyenangkan dan terukur, karena selama Anda terhubung dengan internet, Anda bisa mengecek perkembangannya kapan saja.

Bahkan Bibit memiliki fungsi robot advisor yang bisa memilih reksa dana yang tepat untuk Anda. Berdasarkan data pribadi Anda, pendapatan dan tujuan investasi reksa dana.

2. Pastikan Kredibilitas Manajer Investasi

Ingat. Reksadana adalah investasi yang dikelola oleh Manajer Investasi. Dengan demikian, Anda tidak perlu repot untuk berinvestasi.

Selain itu, Manajer Investasi juga dapat membantu Anda menganalisis pasar dan menginvestasikan dana Anda pada berbagai portofolio investasi.

Baca:  Cara Membeli Bitcoin di Coinbase untuk Pemula

Namun, sebagai investor cerdas yang tidak ingin merugi, memilih Manajer Investasi tentu tidak mudah, apalagi jika ingin mendapatkan produk reksadana saham terbaik.

Anda harus mempertimbangkan rekam jejak perusahaan Manajer Investasi. Bagaimana cara memeriksanya? Anda baca daftarnya di website OJK, minimal Manajer Investasi yang bisa diandalkan adalah Manajer Investasi yang sudah terdaftar di OJK.

Platform investasi online yang terdaftar di OJK biasanya bekerja sama dengan berbagai Manajer Investasi profesional, dan kinerjanya sudah tidak diragukan lagi.

3. Manajemen Biaya dan Waktu

Tidak ada yang mau kehilangan uang saat berinvestasi. Oleh karena itu, agar tidak menyesal nantinya, Anda perlu menentukan berapa besar uang yang ingin Anda investasikan di reksa dana saham.

Misalnya, jika Anda memiliki dana sebesar Rp3 juta, Jangan investasikan seluruhnya pada reksa dana saham. Namun, harus diverifikasi oleh alat investasi lain atau jenis reksa dana lain untuk menghindari risiko. Misalnya, dari 3 juta, reksa dana ekuitas 40%, reksa dana pendapatan tetap 40%, dan reksa dana obligasi 20%.

Dan jangan lupakan waktunya. Reksa dana saham terbaik adalah untuk investasi jangka panjang. Dibandingkan dengan reksa dana lainnya, reksa dana saham memiliki tingkat pengembalian yang paling tinggi.

Oleh karena itu sangat cocok untuk menghasilkan keuntungan untuk keperluan masa depan, seperti modal usaha, belajar atau mempersiapkan masa pensiun.

Cara Investasi di Reksadana Saham Untuk Pemula

1. Pilihlah Platform Reksadana Terpercaya

Untuk mempermudah langkah awal proses investasi reksa dana, sebaiknya pilih platform reksa dana online. Platform reksa dana online biasanya menyediakan berbagai alat untuk memudahkan proses investasi.

Lalu, coba pilih platform reksa dana yang bisa dijual dari semua manajer investasi. Jika tidak ada yang menjual, maka Anda bisa memilih investasi apa saja. Cobalah berbagai investasi.

Hingga saat ini berbagai platform reksa dana online terpercaya. Untuk informasi lebih detailnya, Anda bisa mencari platform yang terdaftar di OJK. Tentunya hal ini untuk menjamin keamanan proses investasi.

2. Deposit Dana Di Platform Reksadana

Ketika sudah mendaftar di platform reksa dana, Anda harus melakukan deposit ke akun yang terdaftar. Jika Anda sudah memiliki simpanan di aplikasi reksa dana, kini Anda bisa mulai berinvestasi menggunakan aplikasi reksa dana.

Namun sebelum itu, Anda harus memilih reksa dana saham untuk diinvestasikan, tentunya harus sesuai dengan anggaran keuangan Anda.

Setelah Anda memilih reksadana saham, Anda dapat menetapkan beberapa pilihan dan kriteria reksadana saham sebagai berikut:

  • Reksadana Saham Terbaik;
  • Return Tertinggi;
  • Dana Kelolaan.

3. Beli Reksadna Saham

Cara berinvestasi di reksa dana saham sangat sederhana, yang harus Anda lakukan hanyalah membuka platform reksa dana saham online.

Pada platform ini biasanya terdapat tombol Buy and Sell di paling kanan. Jika ingin membeli saham bisa klik “Buy”, jika ingin jual bisa klik “Sell”.

Jika Anda memutuskan untuk membeli saham, atau klik tombol beli. Kemudian, Anda akan diminta mengisi jumlah investasi yang akan dilakukan.

Bidang formulir menunjukkan jumlah dana di akun. Anda dapat berinvestasi, tetapi hanya jika Anda tidak dapat berinvestasi lebih dari jumlah dana yang disimpan di akun Anda.

Setelah mengisi semua formulir, langkah selanjutnya adalah mengikuti instruksi di platform.

4. Pantau Perkembangan Reksadana

Setelah berhasil berinvestasi di saham reksa dana, langkah selanjutnya adalah memantau perkembangan investasi tersebut. Anda juga harus mengetahui pengaruh investasi Anda.

Semua catatan laba rugi harus dicatat untuk menghindari kesalahan saat memutuskan langkah selanjutnya. Data yang dibutuhkan biasanya sudah terinci di platform reksa dana.

Kesimpulan

Ketika akan melakukan investasi, pastikan Anda telah memilih produk reksadana saham terbaik. Ada begitu banyak platform dengan menajer investasi terbaik di mana Anda dapat melakukan investasi yang tentunya telah di awasi oleh OJK.