Syarif Saya seorang Digital Marketing, Search Engine Optimization, dan Content Writing. Saat ini mengelola beberapa web / Blog.

Mengenal Istilah Plafon Kredit Pengertian, Contoh dan Tips

2 min read

plafon kredit

plafon kredit

Bagi Anda yang sudah pernah mengajukan pinjaman dari lembaga keuangan, mengenai Plafon Kredit tentu sudah tidak asing lagi. Pasalnya, limit kredit menjadi poin utama yang tercantum dalam formulir permohonan pinjaman.

Namun bagi Anda yang akan mengajukan pinjaman ke bank atau lembaga keuangan, mungkin Anda “tidak mengerti tentang Plafon Kredit. Jangan khawatir, kami akan merangkum apa yang Anda butuhkan. mengetahui tentang Plafon Kredit dan hal-hal penting lainnya.

Apa itu Plafon Kredit?

Dalam kamus KBBI versi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan mengenai plafon kredit adalah dalam batas maksimal pembiayaan fee atau credit line yang diberikan oleh satu pihak.

pemberi pinjaman) sesuai dengan perjanjian kredit atau Batas atas batas kredit yang diperoleh dalam kontrak yang disepakati.

Bila calon debitur harus memenuhi batas kredit jangka waktu ini, ajukan pinjaman dari bank. Misalnya, Anda akan mengajukan pinjaman dari bank untuk melunasi rumah melalui program Kredit Pemilikan Rumah (KPR).

Kemudian bank memiliki batas atas, yaitu batas atas pinjaman yang dapat diberikan kepada debitur.

Menurut para pihak yang terlibat, ada dua jenis batas kredit:

  • Batas yang diajukan oleh calon debitur kredit
  • Batas kredit yang disetujui oleh lembaga keuangan atau bank

Contoh Plafon Kredit

Kami mencoba mengutip salah satu contoh yang paling umum, yaitu situasi pengajuan pinjaman hipotek rumah. Batas kredit di sini adalah harga rumah dikurangi jumlah uang muka yang Anda setorkan ke bank atau lembaga keuangan.

Plfon KPR = harga rumah – sejumlah uang muka yang telah dibayarkan ke bank

Dapat dilihat dari rumus diatas, Besar kecilnya uang muka sangat berpengaruh terhadap limit kredit bank. Misalnya, Agus berharap bisa membeli rumah seharga 500 juta rupiah melalui KPR 15 tahun melalui Bank Rakyat Indonesia (BRI).

Uang muka atau down payment yang dibutuhkan adalah 30% atau sekitar Rp 150 juta. Berdasarkan rumus di atas, limit kredit yang diberikan plafon kredit BRi adalah Rp 500 juta-Rp 150 juta = Rp 350 juta.

Angka sebesar Rp 350 juta ini akan menjadi BRI debitur yang harus dilunasi sesuai dengan jangka waktu yang telah disepakati.

Besaran Plafon Kredit dari Sejumlah Bank

Lini kredit dari satu bank dapat berbeda karena kebijakan manajemen. Berikut daftar data per tahun 2021. Jika Anda ingin mendapatkan angka yang akurat, Anda dapat memeriksa dengan bank Anda.

Berikut adalah plafon kredit beberapa bank:

  • Batas kredit BCA KPR: sekitar Rp250 juta hingga Rp5 miliar, dengan jangka waktu 1 hingga 20 tahun
  • BNI KPR Plafon: sekitar 100 juta rupiah sampai dengan 5 miliar rupiah, dengan jangka waktu maksimum 25 tahun
  • KPR Mandiri Credit line: sampai dengan 25 miliar rupiah, dengan jangka waktu maksimum 20 tahun
  • KPR BTN Kredit line: sekitar Rp 2,5 Miliar hingga Rp 1,5 Miliar, dengan jangka waktu maksimal 25 tahun

Pengingat untuk mengatur plafon KPR sesuai keinginan Anda

Menjaga hubungan dan komunikasi yang baik dengan bank adalah apa yang pins dapatkan Salah satu cara utama untuk meminta batas kredit.

Cara agar pinjaman Anda memenuhi batas kredit adalah sebagai berikut:

Informasi Riset KPR

Langkah utama kelancaran proses negosiasi adalah melakukan riset dan observasi. Pins dapat menambang sebanyak mungkin informasi tentang produk hipotek dari bank tradisional dan bank syariah, dan kemudian membandingkannya.

Penelitian ini meliputi harga rumah KPR, lokasi, uang muka atau down payment, jangka waktu pelunasan, dll.

Jangan sampai cicilan KPR menjadi beban keuangan Anda. Apalagi jika cicilan KPR lebih dari 30% dari gaji sebulan.

Sesuaikan Uang Muka

Seperti yang disebutkan sebelumnya, uang muka akan memengaruhi batas kredit Anda. DP ini akan sangat mempengaruhi cap pinjaman dan nilai angsuran bulanan. Semakin besar uang muka, semakin kecil jumlah pinjaman yang perlu ditarik.

Bank biasanya memiliki uang muka minimum, biasanya sekitar 10% dari harga rumah. Oleh karena itu, sebaiknya sesuaikan uang muka dengan peraturan bank. Kalau mau lebih tinggi tidak masalah, itu akan menunjukkan kesiapan finansial.

Pembayaran Cicilan KPR

Setiap bank memiliki kebijakan yang berbeda untuk calon nasabah mengenai plafon KPR dan besaran cicilan. Hal ini sangat tergantung pada penilaian bank terhadap situasi keuangan calon nasabah.

Dalam hal ini, Anda bisa melakukan tawar menawar dengan pihak bank dan mendapatkan cicilan dan cicilan sesuai dengan kemampuan finansial Anda.

Negosiasikan Suku Bunga KPR

Jika batas atas tidak dapat dinaikkan, jangan ragu untuk memberikan suku bunga KPR. Bank mungkin menerima tawaran Anda, terutama jika nilai kredit Anda bagus.

Pahami dengan benar mekanisme suku bunga KPR agar permintaan Pins Anda dapat disetujui!

Ajukan Permohonan ke Bank Hipotek Kepada Orang Lain

Bank sangat pilih-pilih dalam hal menyetujui aplikasi pinjaman. Tentunya calon nasabah dinilai mampu mencicil setiap bulannya, sehingga tidak akan terjadi wanprestasi atau kredit macet.

Jika negosiasi saat pengajuan KPR ditolak, jangan kecewa dan putus asa. Cobalah untuk mengajukan KPR dan negosiasi ulang dengan bank lain.

Syarif Saya seorang Digital Marketing, Search Engine Optimization, dan Content Writing. Saat ini mengelola beberapa web / Blog.