Cara Menghitung Bunga Reksadana dan Contoh Kasus

bunga reksadana

Langakah – langkah menghitung bunga reksadana. Banyak orang berinvestasi tanpa tujuan keuangan yang jelas. Akhirnya, karena tidak ada rencana khusus, mereka enggan memantau perkembangannya. Banyak investasi yang akhirnya tidak mendatangkan keuntungan sama sekali.

Hal ini sering terjadi pada investor yang bahkan tidak mengetahui seberapa besar bunga reksa dana yang dimilikinya.

Pencatatan ini perlu dilakukan sampai bunga reksa dana dihitung. Bahkan investor besar seperti Warren Buffett akan melakukan hal yang sama.

Beberapa aplikasi penyedia reksa dana bahkan menyiapkan simulator untuk memudahkan Anda menghitung perkiraan keuntungan berdasarkan kinerja masa lalu. Jadi bagaimana jika Anda ingin menghitungnya secara manual? Simak uraiannya di bawah ini!

Pahami Istilah Penting dalam Reksadana

Sebelum Anda mulai menghitung bunga reksadana, Anda harus terlebih dahulu memahami istilah penting dalam reksadana.

Nilai aset bersih. Dalam bahasa Inggris, NAB disebut nilai Net Asset Value. NAB menunjukkan total nilai harian reksa dana. NAB juga menunjukkan kinerja hasil pengelolaan reksa dana yang dilakukan oleh manajer investasi

  • UP/unit peserta. Unit penyertaan adalah ukuran unit dari unit reksa dana. Memungkinkan investor untuk membeli reksa dana berdasarkan jumlah unit yang mereka inginkan.
  • Nilai aset bersih. Nilai aset bersih setiap unit penyertaan adalah harga portofolio reksa dana Anda setelah dikurangi biaya operasional dibagi dengan jumlah saham di setiap unit penyertaan.
  • Nilai NAB / UP berubah setiap hari berdasarkan transaksi reksa dana (jual beli) yang dilakukan investor setiap hari.

Cara Menghitung Bunga Reksadana

Agar lebih mudah memahami cara menghitungnya, perhatikan contoh pada simulasi di bawah ini!

Pada tanggal 1 Juni 2019, Pak Andy membeli reksa dana ABCD senilai Rp10.000.000. Pada hari itu, nilai aset bersih / unit reksa dana ABCD adalah 5.000 rupiah. Dengan uang tersebut, jumlah unit penyertaan Pak Andy adalah Rp10.000.000 / 5.000 = 2.000.

Karena kebutuhan yang mendesak, pada tanggal 1 Januari 2020 Pak Andy menjual semua reksa dana miliknya. Pada hari itu, nilai aktiva bersih/  unit produk reksa dana ABCD adalah sebesar 5.500 rupiah. Dari semua penjualan, uang Pak Andy adalah 5.500 × 2.000=Rp11.000.000.

Melalui simulasi dapat disimpulkan bahwa keuntungan investasi Pak Andi adalah Rp 1.000.000 atau 10% dari investasi awal.

Faktor yang Mempengaruhi Kinerja Reksa Dana

Mengetahui cara menghitung bunga reksa dana bukanlah satu – satunya hal yang harus diketahui investor. Anda juga harus mengetahui faktor-faktor apa saja yang dapat menyebabkan perubahan kinerja produk reksa dana.

Meskipun dianggap sebagai produk investasi yang cocok untuk investor pemula, calon investor harus tetap mengetahui bahwa nilai keuntungan dari pasar reksa dana tergantung pada:

Kinerja Pasar Modal

Kinerja pasar modal adalah faktor penting yang mempengaruhi tingkat suku bunga reksa dana. Khusus di Indonesia, tren pasar modal bisa dilihat dari IHSG (Indeks Harga Saham Gabungan). Sederhananya, jika kondisi pasar bagus, kinerja reksa dana juga akan membaik. Dan sebaliknya.

Suku Bunga

Jenis produk reksa dana tertentu dipengaruhi oleh tingkat suku bunga. Anda harus memahami dengan jelas perubahan suku bunga sebelum Anda dapat memilih produk investasi yang sesuai.

Misalnya, jika suku bunga naik, reksa dana pasar uang yang portofolionya terutama dalam bentuk deposito biasanya akan menghasilkan lebih banyak keuntungan.

Sebaliknya, ketika suku bunga turun, nilai reksa dana yang portofolionya meliputi saham dan obligasi akan meningkat. Ini akan memungkinkan saham dan reksadana pendapatan tetap untuk menghasilkan pengembalian yang lebih tinggi.

Selain itu, manajer investasi yang merupakan manajer portofolio reksa dana biasanya juga membebankan biaya pemasaran back office kepada kliennya. Jangan lupa untuk menghitung biayanya.

Begini cara menghitung bunga reksa dana bagi yang ingin berinvestasi. Perlu diketahui bahwa ada banyak jenis produk reksa dana.

Jangan lupa untuk meneliti faktor risiko Anda agar dapat memilih jenis reksa dana yang paling sesuai. Jangan menunggu terlalu lama, mulailah investasi Anda sekarang!

   

Artikel Terkait: