Cara Memulai Usaha Ternak Kambing, Modal Terbatas

Usaha Ternak Kambing

Cara memulai usaha ternak Kambing | Ternak kambing bisa dijadikan pilihan peluang bisnis yang menjanjikan. Pasalnya, animo masyarakat terhadap hewan berkaki empat ini sangat diminati.

Kambing biasanya diolah dan dijadikan makanan lezat di rumah makan dan restoran. Mungkin kari, sup, dan yang paling populer adalah sate.

Kambing juga biasa dijadikan hidangan khusus untuk kegiatan keagamaan, seperti akikah dan Idul Adha. Bagaimanapun, selalu ada permintaan pasar. Karena itu, jika Anda menjadi peternak kambing, jangan khawatir dengan pembeli.

Sebelum anda menggeluti peternakan kambing, kami ingin memberikan beberapa informasi penting tentang kelebihan, kekurangan, cara mendapatkan dana, dan persiapan dana untuk kelancaran kemajuan peternakan.

Keuntungan Usaha Ternak Kambing

Seperti hewan ternak lainnya, kambing memiliki kelebihan dan kekurangan. Inilah keuntungan yang akan Anda dapatkan.

1. Pasar yang Luas

Pangsa pasar kambing juga sangat luas, karena banyak rumah makan dan restoran yang mengandalkan kambing olahan sebagai makanan utamanya. Lihat saja di pinggir jalan, pasti ada warung sate kambing atau kari kambing hampir setiap beberapa ratus meter.

Belum lagi kegiatan keagamaan yang harus dilakukan melalui kurban kambing, seperti akikah dan Idul Adha.

Oleh karena itu, tidak ada lagi alasan untuk takut memasuki industri ini.

2. Panen Cepat

Jika dirawat dengan baik, waktu panen kambing cukup cepat. Dalam setahun, Anda dapat memelihara 25 ekor kambing bayi, dan ternak mereka hanya memiliki dua ekor kambing jantan dan tiga betina.

Sedangkan umur kambing yang akan dijual adalah kambing umur 8-12 bulan.

3. Biaya Perawatan yang Rendah

Dibandingkan dengan sapi, biaya perawatannya juga sangat murah. Karena kambing tidak membutuhkan pakan yang luas, ataupun pakan yang rumit. Beberapa kambing bahkan bisa diberi makan rumput hijau saja.

Kerugian Usaha Ternak Kambing

Ada keuntungan dan tentu ada kerugian yang jelas, yang merupakan kerugian yang biasa ditemui oleh peternak.

1. Bau Kambing Sangat Mengganggu

Kerugian memelihara kambing adalah sering ditolak oleh masyarakat sekitar. Penolakan tersebut dikarenakan bau kambing yang sangat menyengat, yang sangat meresahkan warga.

Oleh karena itu, Anda perlu mencari lahan yang jauh dari pemukiman untuk menghindari penolakan.

2. Mudah Terserang Penyakit

Kambing jelas termasuk hewan ternak yang mudah terserang penyakit. Influenza dan cacingan adalah penyakit yang paling umum. Jika flu disebabkan oleh perubahan cuaca, cacing mungkin disebabkan oleh makanan yang tidak sehat.

Macam-macam Kambing di Pasaran Indonesia

Sebelum memulai usaha ternak Kambing sebaiknya pahami jenis-jenis kambing yang ada di pasaran Indonesia. Beberapa dilokalkan, dan beberapa merupakan hasil hibridisasi.

1. Kambing Etawa

Kambing Etawa sebenarnya bukan dari Indonesia, melainkan hasil persilangan antara kambing lokal dan kambing Jamnapari di Etawah, India.

Hibridisasi ini terjadi pada masa penjajahan Belanda sekitar tahun 1930-an. Saat itu kambing Jamnapari disilangkan dengan kambing lokal Purworejo.

Namun setelah kemerdekaan, Presiden Soekarno juga kembali ke India dan mengambil seekor kambing Jamnapali dari India, namun kali ini disilangkan dengan kambing lokal asal Lumajang.

Keunggulan kambing etawa dibanding kambing lainnya adalah postur tubuhnya yang lebih besar dan lebih tebal. Pria biasanya memiliki berat hingga 85 kg dan wanita memiliki berat 80 kg.

Selain daging, susu kambing etawa juga sangat digemari. Diyakini kandungan protein dan kalsiumnya tinggi, sehingga rasanya sama sehatnya dengan susu.

2. Kambing Jawa Randu

Kambing ini merupakan hasil persilangan etawa dan kambing kacang. Oleh karena itu secara fisik mirip dengan kambing kacang, tetapi lebih berat.

Kambing ini tidak hanya dimanfaatkan untuk daging, tetapi juga untuk diperah. Seekor kambing bahkan bisa menghasilkan 1,5 liter susu per hari. Beratnya bisa mencapai 40 kg dan sangat cocok untuk kurban atau pernikahan.

3. Kambing Kacang

Kambing terpopuler dan ternak yang paling banyak digunakan di Indonesia adalah Kambing Kacang. Dibandingkan dengan etawa, kambing memiliki ciri fisik yang lebih kecil, tetapi dagingnya juga lebih tebal. Beratnya 30 kg dan memiliki bulu yang jarang, kecuali jenggot.

4. Kambing Gibas

Kambing gibas juga belakangan ini menjadi hewan ternak yang sangat diminati. Karena bulunya yang tebal, secara fisik ia mirip domba, dan tubuhnya sebesar Etawa.

Mereka bisa berkembang biak di semua daerah dari daerah pegunungan sampai daerah panas. Berat maksimal pria bisa mencapai 45 kg, dan berat maksimal wanita bisa mencapai 30 kg.

Bagaimana Cara Memulai Usaha Ternak Kambing?

Padahal dari segi keuntungan beternak kambing sangat diminati sehingga sangat tepat untuk dijadikan sebagai peluang usaha. Sayangnya, masih banyak orang yang belum tahu bagaimana memulai dan bagaimana mempersiapkannya.

1. Siapkan Lahan

Kambing membutuhkan ruang yang luas untuk beradaptasi dengan tubuhnya. Kemudian Anda perlu mencari lahan dan mengisinya dengan kandang dan beberapa kambing.

Carilah lahan yang jauh dari pemukiman penduduk, agar tidak terusik dengan aktivitas peternakan dan bau khas kambing. Idealnya jarak antara kebun dengan pemukiman sekitar 10 meter.

2. Buatlah Kandang Kambing Modern

Saat ini desain kandang kambing modern berbentuk seperti rumah panggung, yaitu kandang tidak langsung dipasang ke tanah. Bahan kandangnya kebanyakan kayu, jadi harganya cukup terjangkau.

Pada saat yang sama, sesuaikan ukuran kandang kambing dengan jumlah kambing. Umumnya kambing dewasa menempati ruang berukuran 1,5 x 1,5 meter.

3. Pilih Bibit Kambing

Jenis kambing yang ideal adalah kambing berumur 8 bulan sampai 1 tahun. Pilih bibit yang sesuai budget, jika budget Anda sedang bisa pilih bibit kambing jawa atau kacang, tapi jika budget lebih bisa beli bibit kambing etawa atau gibas.

Idealnya, bayi kambing memiliki 2 ekor kambing jantan dan 3 ekor kambing betina.

4. Pilih Pakan Kambing yang Berkualitas Tinggi

Pakan kambing sebenarnya tidak terlalu ribet, mereka bisa makan apa saja, terutama tanaman hijau seperti rumput, daun dan sisa sayuran.

Sebelum mengaplikasikannya pada kambing, pastikan tanaman dijemur kurang lebih selama 2 jam untuk mengurangi kemungkinan racun menempel.

Selain penyiangan, kambing juga membutuhkan vitamin dan konsentrat untuk mempercepat proses penggemukannya.

5. Pengembangbiakkan

Selanjutnya mengawinkan kambing betina dan kambing jantan untuk dikawinkan. Umur ideal kambing untuk kawin adalah 12 bulan.

Untuk mengetahui kambing mana yang akan kawin, Anda harus memeriksa tanda-tanda fisik kambing tersebut. Umumnya kambing yang bersiap untuk kawin sering menggerakkan ekornya, dan kambing terlihat bergejolak dan kehilangan nafsu makan.

Setelah melihat tanda-tanda tersebut, tempatkan kambing jantan dan kambing betina dalam kandang untuk kawin. Panjang rahim kambing betina sekitar 5-6 bulan.

6. Masa Panen

Kambing berumur satu tahun bisa dijual atau disembelih. Harga kambing pada tahun 2019 bervariasi mulai dari Rp 1,8 juta hingga Rp 3 juta. Harganya tergantung dari ukuran dan ukuran kambing.

Usaha Ternak Kambing Modal 10 jt

Kami mencoba menghitung secara kasar berapa banyak uang yang harus disiapkan untuk membangun peternakan kambing dengan lima ekor kambing.

Biaya Ternak Kambing:

  • Kandang modern, di marketplace Indonesia ada yang jual 2×2 meter seharga Rp 3.000.000
  • Harga bibit kambing umur 3-5 bulan Rp 600.000 – 3.000.000 Rp
  • Harga pakan per bulan Rp 1.000.000
  • 000.000 per bulan untuk vitamin hewani dan obat cacing
  • Biaya staf, jika ada Rp 1.500.000
  • Pengeluaran lainnya (listrik, kebersihan, dll.) Rp 1.000.000

Total Rp 10.500.000

Secara keseluruhan, total biayanya kurang lebih Rp 10 juta. Namun, jika sudah memiliki tanah sendiri, perkiraan biayanya masih berupa perhitungan kasar. Jika tidak memiliki dan berencana untuk menyewa, maka modal kambing tentunya akan bertambah.

Itulah cara usaha ternak Kambing dan modal kambing yang perlu anda persiapkan sebelum memutuskan untuk berternak. Agar lebih mantap, tidak ada salahnya belajar dulu dari peternak kambing yang sukses.

   

Artikel Terkait:

Strategi Konten Video dengan Inbound Marketing

Strategi Konten Video. Video bukan lagi hanya format konten opsional untuk ditambahkan ke strategi rencana pemasaran, tetapi merupakan cara mendasar untuk mengoptimalkan ruang lingkup dan…