Adhitama Elvan Investment / Digital Marketing

Cara Melakukan Rebranding untuk Mengembalikan Citra Merek

4 min read

melakukan rebranding

melakukan rebranding

Cara Melakukan Rebranding | Rebranding, branding dan brand memiliki perbedaan makna yang mendasar. Sebuah merek atau brand adalah nama yang mewakili keseluruhan produk. Secara keseluruhan meliputi produk itu sendiri, layanan yang diberikan, perusahaan yang memproduksi produk tersebut, dan hal-hal yang berkaitan.

Selain itu, Branding adalah kegiatan yang direncanakan dengan cermat bagi perusahaan dalam membangun dan juga meningkatkan mereknya. Merek berupa nama, istilah, simbol, desain atau gabungan dari keempat bentuk tersebut digunakan untuk mengidentifikasi suatu produk dan membedakannya dengan produk lain.

Sedangkan rebranding adalah upaya untuk mengembalikan citra merek ke tujuan semula agar lebih berhasil. Temukan lebih banyak informasi tentang perubahan nama, seperti deskripsi, tahapan, alasan, dan kerugiannya.

Proses Melakukan Branding dan Rebranding Perusahaan

Branding dianggap sebagai salah satu aset perusahaan yang paling berharga dan sangat penting bagi perusahaan. Dalam hal membangun branding, perusahaan memainkan peran yang lebih penting dalam membangun dan memelihara reputasi dan citra merek melalui komunikasi yang baik dan bermanfaat antara perusahaan dan konsumen.

Kegiatan promosi branding tidak hanya bertujuan agar masyarakat dapat memilih dan membeli produk perusahaan, tetapi juga untuk memuaskan konsumen sehingga menjadi konsumen setia karena percaya bahwa perusahaan adalah tempat terbaik untuk memberikan solusi.

Hingga saat ini persaingan dalam brand atau merek sangat mendominasi sehingga ada begitu banyak perusahaan sedang melakukan rebranding. Misalnya dengan mengganti logo, slogan, dll. Apalagi saat ini ketika kita berada di era terbuka, masyarakat atau konsumen semakin kritis terhadap informasi dan layanan yang diterima.

Rebranding atau perubahan merek merupakan langkah terakhir dari merek. Selama dapat mempertahankan merek dan memulai kembali operasi normalnya, perusahaan tidak boleh terburu-buru melakukan dalam perubahan.

Tahapan dalam Rebranding

Nyatanya, melakukan proses ini ternyata tidak semudah sekadar mengganti logo atau nama. Namun, ini juga membutuhkan implementasi proses untuk mencapai suatu makna atau tujuan.

Menurut para ahli, rebranding adalah proses menciptakan nama, istilah, simbol, desain baru, atau kombinasi keduanya untuk sebuah merek yang tidak dapat disangkal. Tujuannya adalah untuk mengembangkan posisi berbeda di benak pemangku kepentingan dan pesaing. Sebab, prosesnya tidak mudah dan terkadang memakan waktu lama.

1. Evaluasi serta Riset

Sebelum memutuskan untuk melakukan rebranding (mengubah merek). Anda harus menilai dulu keadaan perusahaan saat ini. Cari tahu apa yang menyebabkan rebranding yang diperlukan atau apa yang ingin Anda capai melalui proses ini. Apakah Anda ingin memasuki pasar yang lebih luas atau memperbarui perusahaan berdasarkan kondisi bisnis saat ini.

Setelah itu, Anda harus melakukan riset dalam menentukan posisi brand baru yang sesuai dengan kebutuhan dan juga tujuan perusahaan Anda.

Ruang lingkup penelitian dapat mencakup beberapa hal, seperti kebutuhan dan kebutuhan pelanggan, persepsi pelanggan terhadap bisnis Anda, persepsi publik terhadap merek dan bisnis Anda, aset yang dimiliki oleh bisnis Anda, persepsi karyawan internal terhadap bisnis dan merek Anda, dan pesaing Penentuan posisi produk / layanan.

Baca:  9 Cara Memilih Nama Perusahaan untuk Bisnis

2. Melakukan Komunikasi dengan Pemegang Saham

Untuk pemegang saham, Anda perlu berkomunikasi terlebih dahulu. Ini dikarenakan ada proses yang akan mempengaruhi keberlanjutan bisnis perusahaan.

Beberapa informasi yang perlu Anda sampaikan antara lain jadwal, keuangan, tujuan utama, hasil penelitian dan evaluasi sebelumnya, posisi kompetitif, dan dampak perubahan nama pada departemen atau departemen tertentu dan seluruh perusahaan.

3. Menyusun Daftar Rencana

Pada tahap ini, Anda harus menguraikan rencana dan menguraikan proses yang perlu diselesaikan untuk mencapai tujuan.

4. Melakukan Dokumentasi Seluruh Proses Rebranding

Pastikan Anda menggunakan catatan tertulis selama proses rebranding, dari awal diskusi hingga keseluruhan proses, dan terakhir ke publik. Dokumen ini penting sebagai catatan perusahaan saat mengambil keputusan bisnis di masa depan. Selain itu, dokumen ini juga dapat memberikan pedoman untuk keputusan lain di masa mendatang.

5. Melakukan Sosialisasi

Setelah proses penggantian nama 9rebranding) selesai, Anda harus mensosialisasikannya dengan masyarakat umum. Tahapan ini biasanya dilakukan oleh bagian humas (PR) selaku penanggung jawab brand perusahaan.

Ada beberapa cara untuk melakukannya, seperti aktivitas humas internal dan aktivitas humas eksternal. Kegiatan internal ditujukan kepada semua pemegang saham dan seluruh karyawan perusahaan, tanpa kecuali.

Pada saat yang sama, aktivitas eksternal menargetkan pelanggan, komunitas, media, dan semua pemangku kepentingan perusahaan, termasuk publik.

Alasan Anda Melakukan Rebranding

Ada beberapa hal penting yang dapat menyebabkan perusahaan melakukan rebranding, seperti tekanan dari pesaing yang tidak dapat ditangani. Atau akibat tekanan konsumen yang terpengaruh oleh perubahan teknologi. Dan perubahan tujuan perusahaan.

Selain itu, sebelum Anda memutuskan untuk melakukan proses ini, Anda sebenarnya sudah mengetahui beberapa tanda. Tinjau instruksi di bawah ini:

Misi perusahaan telah berubah. Salah satu alasan kuat Anda mungkin ingin melakukan proses ini adalah karena misi perusahaan. Misi perusahaan yang selalu berubah mungkin menunjukkan bahwa Anda harus melakukan perubahan. Tanpa rebranding, tugas baru akan lebih sulit untuk disosialisasikan.

Target pasar lama sudah sangat tua. Alasan kedua yang Anda lihat adalah target pasar Anda terlalu tua. Meskipun pelanggan lama Anda mungkin masih setia, Anda perlu memperhatikan calon pelanggan baru.

Target pasar Anda tidak perlu berubah, Anda hanya perlu melakukan rebrand dengan cepat. Jika Anda terlambat untuk perubahan usia dan selera pasar sasaran ini, akan sulit bagi Anda untuk mengubah merek.

Harapan untuk meluncurkan produk baru. Alasan lain Anda harus mengganti nama adalah karena keinginan untuk meluncurkan produk baru yang sama sekali berbeda dari yang sebelumnya.

Ada pesaing yang bagus. Ketika Anda merasa selalu kalah dari pesaing Anda, itu berarti Anda perlu mengubah citra dan perlu melakukan rebranding.

Kekurangan Ketika Melakukan Rebranding

Rebranding adalah proses memberikan perusahaan, organisasi, produk atau tampilan baru. Biasanya, perusahaan melakukan proses ini karena alasan keuangan, manajemen atau kepemimpinan baru, analisis pasar potensial, atau merger perusahaan.

Proses ini tidak dilakukan dengan segera atau terburu-buru. Namun, ini membutuhkan pendapat yang panjang dan terkadang dilema untuk memprediksi bagaimana bisnis Anda akan berkembang setelah proses ini.

Apakah itu efektif? Itu tergantung pada seberapa banyak usaha yang Anda lakukan untuk membangun merek baru ini. Berikut adalah kekurangan dan kerugian dari melakukan rebranding:

Baca:  Cara Berjualan di Shopee untuk Pemula | Step by Step

Karena gambar atau kemasan produk baru mewakili hal yang tidak diketahui, beberapa konsumen dan orang dalam organisasi akan menolak rebranding. Untuk melakukan ini, Anda perlu mengembangkan rencana untuk menghadapi boikot dengan menjelaskan bagaimana layanan atau produk yang diubah mereknya lebih baik dari sebelumnya.

Saat komunitas baru tercipta, urban rebranding dapat memecah komunitas yang sudah ada. Pastikan untuk meramalkan dan menghindari situasi ini sebanyak mungkin. Membentuk kembali kota memang jauh lebih sulit daripada membentuk kembali perusahaan atau produk.

Cara Melakukan Rebranding

melakukan rebranding

Tentu saja, rebranding tidak bisa sembarangan. Anda membutuhkan strategi dan cara yang tepat untuk melakukan melakukan rebranding.

1. Menciptkan Visi dan Misi Baru

Dalam pergantian nama, Anda perlu mengubah visi dan misi merek. Apalagi jika ingin melakukan rebranding secara keseluruhan. Dengan menciptakan visi dan misi yang jelas serta mewujudkan tujuan pengembangan Anda, brand Anda akan memiliki citra yang kuat.

2. Menyesuaikan Brand dengan Target Pasar Baru

Target market adalah sekelompok orang yang menjadi target pemasaran atau penjualan produk Anda dan memiliki karakteristik tertentu. Baik dari segi kebiasaan, demografi atau aspek lainnya.

Untuk membuat rebranding memiliki tujuan, pastikan Anda meneliti tujuan baru ini. Kemudian, lakukan langkah rebranding yang benar. Apakah pasar sasaran merupakan sasaran geografis baru? Atau untuk pengguna dari berbagai usia?

3. Menggunakan Nama Baru

Nama adalah citra merek. Saat mengganti nama, terkadang nama perlu diubah. Salah satu alasannya adalah agar informasi bisnis Anda lebih jelas kepada konsumen.

Beberapa perusahaan yang menggunakan nama baru untuk mengubah merek adalah Sorabel (sebelumnya digunakan SaleStock) dan AOL (awalnya menggunakan Layanan Komputer Quantum).

Seperti diketahui, dengan menggunakan nama AOL (American Online), konsumen bisa lebih memahami jenis usaha dan layanan yang ditawarkan. Tentu saja merek lama mereka tidak bisa ditemukan.

4. Mendesain Ulang Logo dan Slogan Brand

Dalam rebranding, logo merek juga harus didesain ulang. Mengapa? Karena selain namanya, logo merek akan menjadi hal yang paling berkesan di dalam merek tersebut.

Misalnya saja browser terkenal Firefox. Anda pasti sudah membayangkan penampakannya kan?

Awalnya, sesuai namanya, Firefox disebut sebagai browser berlogo rubah. Namun seiring berjalannya waktu, Mozilla berkembang menjadi sebuah perusahaan. Produk yang mereka miliki tidak hanya fokus pada browser, tetapi juga mengandung beberapa produk baru. Inilah mengapa Firefox terus mengganti nama perubahan tersebut.

Selain slogan, logo, warna palet, dan font yang digunakan juga dapat berubah.

5. Luncurkan Ulang Brand

Setelah melakukan berbagai upaya rebrand, langkah terakhir yang perlu dilakukan adalah memulai brand.

Untuk mencapai tujuan Anda dan berjalan dengan lancar, Anda perlu mempersiapkan sesuatu. Pertama, tentukan waktu mulai yang benar. Tentunya bisa disesuaikan dengan jenis bisnis Anda. Misalnya, jika Anda bergerak di bidang akomodasi, waktu yang paling cocok tentunya sebelum liburan.

Kedua, Anda bisa mulai dengan pra-boot. Sebab, bisa menarik perhatian banyak orang. Salah satu caranya adalah dengan memposting pengumuman “segera hadir” di akun media sosial atau membuat promosi dan Giveaway.

Di saat Anda berhasil melakukan rebranding dan perusahaan kembali normal, pastikan ketika mengelola perusahaan harus lebih baik. Manajemen perusahaan yang benar merupakan salah satu jaminan kesuksesan.

Adhitama Elvan
Adhitama Elvan Investment / Digital Marketing
×

Tingkatkan keahlian dan siap kerja dengan ikut kursus gratis

Disini