Cara Manajemen Keuangan Perusahaan secara Efektif

Manajemen keuangan perusahaan

Manajemen keuangan perusahaan | Pengelolaan keuangan yang tepat merupakan kunci utama dalam memastikan kelancaran bisnis perusahaan. Sekalipun ada dukungan operasional yang memadai dan terus mendapat manfaat, tanpa pengelolaan keuangan yang efektif, bisnis tidak akan bertahan lama.

Fungsi manajemen keuangan sebenarnya sangat penting untuk kehidupan pribadi. Alokasi dana yang tidak tepat dapat menyebabkan situasi keuangan yang kacau. Terutama kaum milenial, sudah menyadari pentingnya manajemen keuangan perusahaan.

Dengan godaan diskon atau cashback yang semakin meningkat, milenial harus menerapkan manajemen keuangan. Milenial harus cerdas dalam mengelola keuangan di lingkungan yang menarik ini. Tahukah Anda, salah sedikit saja pengelolaan keuangan akan membahayakan masa depan Anda!

Untuk urusan pribadi, setiap orang memiliki metode pengelolaan keuangannya masing-masing. Namun bagaimana dengan manajemen keuangan perusahaan? Tentu ini berbeda dengan pengelolaan keuangan pribadi. Salah satu alasannya adalah jumlah pendapatan dan pengeluaran sangat bervariasi.

Namun sebelum membahas lebih jauh tentang pengelolaan keuangan perusahaan, mari kita bahas dulu pengertian, tujuan, fungsi, dan metode pengelolaan keuangan perusahaan.

Apa itu Manajemen Keuangan Perusahaan?

Manajemen keuangan adalah segala aktivitas perusahaan yang berkaitan dengan cara menggunakan, memperoleh, dan mengelola atau memanajemen keuangan perusahaan.

Ini termasuk bagian dari kegiatan manajemen yang bertujuan untuk mengelola dana dan aset yang dimiliki oleh perusahaan, yang akan membantu pencapaian tujuan utama perusahaan.

Kegiatan ini terkait dengan sumber pendanaan internal dan eksternal perusahaan. Modal kerja dan kepemilikan saham juga termasuk dalam pengelolaan keuangan.

Beberapa tujuan yang ingin dicapai dalam kegiatan pengelolaan keuangan ini diantaranya!!

Maksimalkan Anggaran Perusahaan

Manajer perusahaan bertindak sebagai pengawas penggunaan dana perusahaan. Anggaran yang digunakan untuk kegiatan yang tidak menguntungkan perusahaan dapat dibatalkan dan digunakan untuk kegiatan lainnya.

Melalui kebijakan yang tepat, pengaturan ini dapat memungkinkan perusahaan memperoleh keuntungan yang maksimal dari berbagai sumber.

Peningkatan Efisiensi

Pengaturan keuangan yang baik akan meningkatkan efisiensi perusahaan. Mengalokasikan dana dengan cara yang benar juga akan memungkinkan perusahaan bertahan lebih lama dalam persaingan bisnis yang ketat.

Keputusan terkait keuangan harus dilakukan dengan hati-hati, karena kesalahan kecil pun dapat membuat perusahaan bangkrut. Misalnya, mengetahui kapan harus mengurangi biaya tertentu dan mengetahui kapan waktu yang tepat untuk meningkatkan anggaran Anda.

Baca:  5 Hal Yang Harus Dipikirkan Sebelum Berinvestasi dalam Reksadana

Menjaga Arus Kas

Manajemen keuangan yang baik juga akan menjaga arus kas. Perusahaan harus mengeluarkan sejumlah uang setiap hari, seperti membeli bahan baku, membayar gaji karyawan, sewa dan pembayaran lainnya.

Jika tidak diawasi oleh manajer keuangan yang baik, pengeluaran ini dapat menyebabkan pembengkakan anggaran dan berdampak buruk bagi perusahaan.

Mengurangi Resiko Perusahaan

Dengan pengelolaan keuangan yang baik maka risiko perusahaan dapat diminimalisir. Semua aktivitas operasi dan non-operasi perusahaan akan dipantau dengan tepat.

Jika Anda memiliki manajemen keuangan yang baik, Anda dapat menghadapi risiko dalam bisnis Anda melalui keputusan yang tepat.

Mengoptimalkan Pemasukan Perusahaan

Manajemen keuangan berusaha memberikan keuntungan yang sebesar-besarnya kepada pemegang saham, dan mengupayakan peningkatan laba, karena hal ini akan berkaitan dengan kinerja perusahaan. Bagian ini juga mencakup persiapan dan perencanaan struktur modal.

Penyusunan struktur modal adalah untuk menyeimbangkan pembiayaan yang harus dilakukan dengan dana pinjaman atau modal. Kemudian buat struktur modal ini agar penggunaan biaya modal dapat diminimalisir.

Selain tujuan di atas, manajemen keuangan juga memiliki fungsi sebagai berikut:

Perencanaan Keuangan dan Anggaran

Semua aktivitas perusahaan yang berkaitan dengan penggunaan anggaran perusahaan harus direncanakan dengan matang agar aktivitas yang kurang penting dan memakan biaya banyak dapat dihilangkan.

Pertimbangan yang tepat perlu diberikan pada alokasi dana agar hal-hal yang benar-benar menguntungkan dan dapat memaksimalkan keuntungan perusahaan.

Fungsi Pengendalian

Setelah meluncurkan kegiatan perusahaan, perlu dilakukan evaluasi pengelolaan keuangan. Hal ini diperlukan untuk mengontrol belanja modal dan menjadi acuan untuk kegiatan selanjutnya.

Fungsi Pemeriksaan

Sebagai bagian dari pengelolaan keuangan, audit internal juga harus dilakukan agar sesuai dengan prinsip standar akuntansi dan tidak menyimpang dari kas perusahaan.

Fungsi Pelaporan

Adanya manajemen tentunya akan menghasilkan laporan keuangan yang akan membantu menganalisa apakah perusahaan tersebut untung atau rugi. Ini juga merupakan penilaian nasib masa depan perusahaan.

Berikut beberapa pengelolaan keuangan perusahaan yang baik agar dapat beroperasi secara efektif:

Tips Pengelolaan Keuangan Perusahaan yang Efektif

1. Membuat Pembukuan

Pencatatan dan pengarsipan arus kas yang rapi adalah hal terpenting dalam pengelolaan keuangan. Semuanya harus dicatat dengan rapi, terutama yang berkaitan dengan uang yang mudah tercecer.

Pembukuan dan inspeksi disiplin harus dilakukan setiap hari agar perusahaan dapat lebih mudah memantau status keuangannya. Piutang perusahaan juga harus ditulis dalam buku ini. Kenaikan laba rugi perusahaan juga ditentukan dan hanya bisa dilihat jika pembukuan ini dilakukan.

Baca:  7 Aplikasi Pinjam Uang Online Terpercaya

2. Mengurangi Resiko

Setiap bisnis rentan terhadap risiko. Pengelolaan keuangan yang baik harus dilakukan secara profesional, yaitu pengurangan risiko. Ini termasuk meminjam dana dalam bentuk hutang berisiko tinggi, seperti keuangan mikro atau bentuk dana lainnya.

Oleh karena itu, sebisa mungkin hindari hal-hal tersebut agar risiko kerugian perusahaan semakin kecil.

3. Mengontrol Kelancaran Kas

Pengendalian arus kas ini harus dipertimbangkan. Jika arus kas terlihat stabil, itu lebih baik. Arus kas adalah prinsip utama dari metode manajemen keuangan perusahaan yang ada.

4. Pisahkan Uang Pribadi dengan Perusahaan

Jangan pernah menggunakan dana perusahaan untuk keuntungan pribadi. Ini terutama benar jika Anda harus mencampur keduanya. Ini akan berdampak sangat serius karena akan mengganggu kemajuan keuangan perusahaan.

Menggabungkan keduanya juga akan membuat pembukuan menjadi sulit, sehingga dicatat sebagai pengeluaran perusahaan, yang juga dapat menjadi faktor kerugian. Jika dibiarkan, kebiasaan ini bisa lepas kendali dan memperburuk keadaan, terutama mengancam kelangsungan hidup perusahaan.

5. Tentukan Porsi Aliran Dana

Bagian dari aliran modal yang disebutkan di sini digunakan untuk menentukan berbagai aspek aliran modal, seperti membayar gaji karyawan, membayar hutang, membayar biaya operasi atau menggunakannya untuk aset masa depan.

Bagian alokasi ini harus disepakati sebelumnya untuk memfasilitasi pengelolaan keuangan dan berfungsi sebagai referensi untuk pembayaran dana di masa mendatang.

Tentu semakni jelas bahwa manajemen keuangan sangat penting dalam sebuah perusahaan. Manajemen keuangan yang buruk bisa sangat merugikan perusahaan.

Kegagalan memaksimalkan aliran dapat membuat perusahaan bangkrut. Jangan lupa, ini tidak hanya berlaku untuk perusahaan, tetapi juga untuk situasi keuangan pribadi Anda.

Semakin banyaknya suatu yang menarik yang dijual dengan harga terjangkau seharusnya membuat para milenial semakin sadar akan pentingnya pengelolaan keuangan. Dengan cara ini, Anda dapat menilai situasi keuangan Anda dan mempertimbangkan untuk berinvestasi.

Oleh karena itu, jangan lupa untuk mengatur keuangan Anda untuk menciptakan masa depan keuangan yang lebih baik. Padahal, prinsip manajemen yang diterapkan pada individu hampir sama dengan yang diterapkan pada perusahaan. Bahkan untuk kondisi pribadi pun bisa lebih sederhana.