Cara Belajar Investasi Reksadana Bagi Investor Pemula

belajar reksadana

Cara Belajar Investasi Reksadana | Orang Indonesia belum banyak melakukan investasi reksadana sebagai pilihan dalam berinvestasi. Dengan demikian, hingga saat ini jumlah pemodal reksadana baru mencapai 0,4% dari total penduduk Indonesia.

Pada tahun 2018 lalu, besaran dana kelolaan sebesar Rp 505 triliun dengan jumlah pemodal hanya 995.000.

Rendahnya persentase pemodal reksadana di seluruh penduduk Indonesia ini bukan karena investasi reksadana yang tidak menguntungkan atau kurangnya produk reksadana. Saat ini, terdapat 2.098 produk reksadana yang bisa Anda pilih sebagai investor.

Selain pilihan produk yang beragam, layanan perdagangan reksadana online saat ini juga semakin memudahkan kita untuk jual beli reksadana. Bukan hanya website fintech yang menjual reksadana, tapi juga perusahaan e-Commerce seperti Tokopedia dan Bukalapak.

Dikatakan, sedikitnya investor reksadana karena rendahnya pemahaman masyarakat terhadap investasi keuangan tersebut.

Oleh karena itu, Bursa Efek Indonesia (BEI) dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terus menyebarkan investasi reksadana kepada masyarakat Indonesia agar dapat belajar tentang reksadana dengan mudah dan cepat.

Dengan cara memahami apa saja produk reksadana yang dapat di investasikan, juga akan menambah jumlah investor, kita juga akan memiliki kemampuan untuk memilih sekaligus mengambil keputusan mengenai produk reksadana yang memiliki kinerja yang baik, sehingga kita dapat memperoleh keuntungan.

Ini adalah tips belajar reksadana sederhana untuk investor pemula.

Tips Belajar Reksadana Bagi Pemula

Cara Belajar Investasi Reksadana Bagi Investor Pemula

1. Mempelajari Reksadana Tidaklah Sulit

Padahal, bagi investor pemula, mempelajari reksa dana tidaklah sulit, karena mekanisme investasinya tidak rumit. Hal utama yang perlu Anda pelajari adalah memahami model investasi reksadana.

Bisa dibilang reksa dana ibarat keranjang besar yang bisa menampung investasi kecil oleh banyak investor. Ketika semua dana terkumpul dalam jumlah besar, uang tersebut diinvestasikan di pasar saham atau investasi pasar uang.

Pada dasarnya, Anda tidak perlu langsung mengelola investasi Anda. Ada manajer investasi yang bersedia membantu Anda memantau dana Anda dan menginvestasikannya di platform investasi yang paling menguntungkan.

Dengan begitu, Anda bisa menikmati keuntungan investasi tanpa harus repot mengecek status investasi. Inilah mengapa banyak orang merekomendasikan reksa dana kepada orang – orang yang belum mengenal investasi.

2. Memahami Jenis dan Kinerja Reksadana

Investor pemula juga perlu memahami bahwa reksa dana merupakan investasi jangka panjang minimal 3 – 5 tahun. Dengan cara ini, Anda harus merencanakan kebutuhan pendanaan Anda dan memprediksi laba atas investasi Anda.

Anda dapat menggunakan fungsi kalkulator keuangan untuk melakukan ini. Ini adalah fitur yang membantu setiap pengguna merencanakan kebutuhan finansial mereka dengan lebih baik untuk memenuhi kebutuhan masa depan mereka.

Fungsi ini mencakup 3 jenis kalkulator, yaitu Kalkulator KPR, Investasi dan Kalkulator Mata Uang. Kalkulator investasi dapat membantu pengguna memilih produk investasi dan mendapatkan estimasi laba atas investasi sesuai dengan kebutuhannya. Dengan cara ini, Anda dapat memilih produk reksa dana yang sesuai untuk investasi.

Hal lain yang perlu dipelajari dari investasi reksa dana adalah memahami jenis produk reksa dana. Untuk itu, Anda bisa belajar dengan membaca, memahami dan membandingkan prospektus reksadana yang Anda minati.

Prospektus adalah dokumen yang memuat semua informasi yang berkaitan dengan produk reksa dana, termasuk perkiraan laba.

Anda juga perlu mempelajari kinerja reksa dana pada tahun sebelumnya, terlepas dari apakah kinerjanya konsisten dan secara konsisten lebih tinggi dari kinerja indeks pasar.

Baca:  9 Platform Terbaik untuk Membeli Bitcoin

Selain itu, pelajari reksa dana dengan cara memprediksi kondisi ekonomi ke depan sehingga Anda bisa memperkirakan hasil investasi reksa dana.

3. Mempertimbangkan dan Mempelajari Risiko Berinvestasi di Reksa Dana

Sebagai seorang investor, Anda harus memahami bahwa reksa dana, terutama reksa dana saham, memiliki tingkat risiko yang tinggi. Oleh karena itu, disarankan agar Anda tidak berinvestasi sembarangan. Untungnya, reksa dana menawarkan berbagai produk, tidak hanya reksa dana saham, tetapi juga reksa dana campuran, pasar uang, dan pendapatan tetap.

Namun sebelum itu, Anda harus tahu investor seperti apa Anda. Apakah Anda berani mengambil risiko? Pertimbangkan hal ini ketika Anda memiliki reksa dana yang tepat untuk Anda.

Meskipun reksadana saham berisiko, namun memiliki imbal hasil yang tinggi. Namun, jika tidak terlalu berisiko, Anda bisa berinvestasi di reksadana pendapatan tetap dan campuran dengan risiko yang lebih kecil.

Jenis – jenis Reksadana

Untuk Anda pemula agar lebih memahami serta mendalami belajar reksadana, berikut ini adalah jenis – jenis Reksadana.

jeni - jenis reksadana

1. Reksadana Pasar Uang

Reksa dana pasar uang merupakan reksa dana yang seringkali lebih aman. Semua dana akan disimpan di bank dan disertifikasi oleh sertifikat dan obligasi bank Indonesia.

Jangka waktu kurang dari satu tahun. Risiko reksa dana ini relatif kecil, sehingga pendapatan yang bisa diperoleh juga relatif kecil.

2. Reksadana Pendapatan Tetap

Dalam Reksadana jenis ini, Anda akan mengalokasikan dana minimal 80% ke obligasi dengan keuntungan lebih tinggi. Bahkan bisa mencapai lebih dari 10% pertahun.

3. Reksadana Campuran

Seperti namanya, reksadana yang menggunakan perpaduan peraturan dan jenis sebelumnya. Reksa dana jenis ini tergolong berisiko, namun kelebihannya jika berhasil akan mendatangkan keuntungan yang besar dan luar biasa.

Meski begitu, saat mempelajari reksa dana untuk pemula, Anda harus berhati – hati saat membuat dan menerapkan keputusan agar tidak rugi.

4. Reksadana Proteksi

Reksa dana terproteksi adalah salah satu cara berinvestasi pada reksa dana dengan memasukkan sebagian dana investasi ke dalam instrumen obligasi dalam memberikan perlindungan sesuai atas namanya. Dengan demikian, bahwa dibandingkan dengan reksa dana campuran dan saham, reksa dana ini memiliki risiko yang lebih rendah.

5. Reksadana Indeks

Reksa dana indeks bisa dikatakan mirip dengan saham karena harga perdagangan instrumen investasinya di bursa ITF berfluktuasi seperti saham.

Namun, reksa dana dikelola secara pasif dan mengandung nilai indeks tertentu, artinya tidak dapat diperdagangkan kecuali ada redemption atau nasabah baru.

Reksa dana online ini termasuk bank, sekuritas, supermarket reksa dana, pasar elektronik, dan dompet elektronik. Pilih reksa dana online terbaik yang sesuai dengan kebutuhan Anda!

Dengan dana yang terjangkau, bagi Anda yang belajar reksadana dan ingin berinvestasi di reksa dana namun ingin menghemat waktu tanpa harus mengunjungi manajer investasi satu persatu, Anda bisa mencoba reksa dana online ini di bawah ini untuk belajar reksadana.

Reksadana Online dalam Kategori Perbankan

TanamDuit

Platform yang diluncurkan oleh PT Star Mercato Capitale ini menyediakan 12 produk reksa dana online dari 5 manajer investasi, yaitu Tremegah, Mandiri, Manulife, Batavia, dan Bahana,

Detail produk TanamDuit masih terbilang baru dan berdiri pada 28 Februari 2018, dibawah ini produk TanamDuit:

belajar reksadana

Invisee

Platform tersebut dimiliki oleh PT Nusantara Sejahtera Investama, anak perusahaan Grup Indivara. Invisee bekerja sama dengan T – Cash (sumber dana pembelian) dan Gojek (menyediakan voucher pembelian reksa dana online untuk pengguna Gojek).

Invisee mengelola produk keluaran 4 manajer investasi antara lain Danareksa, Mandiri, Insight, dan Trimegah. Invisee menyediakan 23 produk reksa dana online:

Invisee

Xdana

Platform di bawah PT XDana Investa Indonesia menjual reksa dana dan memberikan edukasi keuangan kepada penggunanya.

XDana mengelola reksa dana 7 perusahaan manajemen investasi, termasuk Bahana, AXA, Danareksa, Ciptadana, CIMP Principal, Mandiri, dan Maybank.

Baca:  10 Hal yang Harus Anda Ketahui Tentang Saham

Investasi reksa dana online ini tergolong produk baru dan menjual 30 produk reksa dana, antara lain:

xdana

Reksadana online Commonwealth

Reksa dana Commonwealth dianggap sebagai “reksa dana supermarket” karena menyediakan produk dari berbagai manajer investasi. Untuk kategori reksa dana bank, Commonwealth memberikan reksa dana online terbaik melalui 70 produk reksa dana yang dirilis oleh 10 manajer investasi.

Berikut ini produk reksadana Commonwealth:

Commonwealth

Supermarket Reksadana Lembaga Keuangan dan Non – Bank

Bareksa

Bareksa didirikan oleh PT Bareksa Portal Investasi pada tahun 2013 dan merupakan reksa dana online pertama di Indonesia yang berhasil memperoleh izin dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Jika Anda ingin berinvestasi, minimal portofolio investasi berbagai reksa dana adalah Rp 100.000. Mulai dari Reksadana pasar mata uang, pendapatan tetap, saham, indeks dan ETF, DPLK hingga DIRE.

Bareksa menawarkan 179 reksa dana dari 30 manajer investasi, mulai dari kategori Syariah, konvensional hingga manajemen (dari 500 hingga di bawah 100 M). Schroder, manajer investasi besar di Indonesia juga tersedia.

Berikut ini produk Bareksa:

bareksa

Reksadana Online dengan Kategori Sekuritas

IpotFund

Pada Maret 2019 lalu, merupakan salah satu reksa dana online terbaik yang dikelola PT Indo Premier Sekuritas yang mencatatkan setidaknya 218 penawaran produk reksa dana. Ada ratusan produk reksa dana yang dikelola oleh 82 manajer investasi yang berbeda.

IpotFund berjanji untuk “sepenuhnya berpihak pada klien” dan oleh karena itu membebaskan biaya transaksi untuk membeli dan menjual reksa dana. Modal awal investasi adalah Rp 100.000.

Dibawah ini detil produk IpotFund:

IpotFund

POEMS ProFunds

Platform reksa dana di produksi oleh Philip Sekuritas Indonesia, salah satu platform reksa dana terbesar di Indonesia, merupakan supermarket yang menyediakan ratusan produk reksa dana di Indonesia.

Ke – 29 manajer investasi yang dikelola POEMS ProFunds menyediakan sekitar 116 produk reksa dana, antara lain:

POEMS ProFunds

E – Commerce atau Marketplace dengan Reksadana Online

Bukalapak

Bukalapak adalah pelopor investasi di portal belanja online atau e – Commerce. Bukareksa diluncurkan pada 2017. Bukareksa mengoptimalkan pengalaman pengguna dengan berfokus pada pedagang dan pembeli online.

Saat ini, Bukareksa mengelola sebanyak 10 produk reksa dana online yang ditawarkan. Selain CIMB – Principal, produknya juga berasal dari manajer investasi seperti Kresna, Mandiri, Ashmore, Ciptadana, BNP Paribas dan Syailendra.

Tokopedia

Tokopedia mulai menyediakan layanan reksa dana online pada Februari 2018. Tokopedia Reksadana mengkhususkan diri pada reksa dana pasar uang Syailendra Dana Kas (SDK) dan Syailendra Capital.

Investasi reksa dana di Tokopedia dapat dilakukan dengan dana awal mulai dari Rp 10.000. Proses pembeliannya juga mudah. Tokopedia juga akan mengoptimalkan idle cash di e – wallet TokoCash untuk mempermudah investasi reksa dana secara online.

Dompet Digital atau e – Wallet Sebagai Reksadana Online

OVO

Sebagai platform cross – coalition, OVO merupakan platform Grup Lippo yang tidak hanya memantau program loyalitas, tetapi juga memiliki fungsi pembayaran dan layanan keuangan.

Bekerja sama dengan Ciptadana Asset Management, produk reksa dana pasar uang OVO akan digunakan sebagai wadah bagi pengguna aplikasi untuk mengembangkan dana. Potensi keuntungan tahunan hingga setinggi 7%.

Doku

Sebagai dompet digital, Doku juga bekerja sama dengan Bareksa untuk meluncurkan fungsi investasi. Untuk Anda yang menggunakan Doku, Anda dapat berinvestasi dalam 3 produk reksadana dari Bahana TCW dan Ciptadana.

Jumlah investasi minimal di Doku adalah Rp 100.000, dan pengguna diarahkan ke halaman Bareksa untuk membeli dan menjual produk.