Adhitama Elvan Investment / Digital Marketing

Apa Itu Reksadana Mandiri, Keuntungan, Jenis dan Tahapan Berinvestasi

3 min read

Reksadana Mandiri

Reksadana Mandiri

Reksadana Mandiri merupakan rangkaian reksadana yang dipasarkan melalui Bank Mandiri, mulai dari reksa dana pasar uang, pendapatan tetap, campuran, reksadana saham dan indeks.

Tentang hal ini, Mandiri bertindak sebagai Agen atau Penjual Efek Reksadana / APERD yang berkewajiban dan bertanggung jawab untuk menjual Efek Reksadana didasarkan kontrak kerjasama pada Manajer Investasi.

Bank Mandiri sendiri mempunyai perusahaan pengelola investasi yang menerbitkan reksa dana yaitu PT Mandiri Manajemen Investasi atau Mandiri Investasi. Perusahaan ini resmi terdaftar di Otoritas Jasa Keuangan (OJK) pada 2007.

Keuntungan Investasi di Reksadana Mandiri

Ada banyak keuntungan berinvestasi di reksadana Mandiri.

1. Besaran Investasi di awal yang Sangat Terjangkau

Untuk investor pemula, Anda bisa mulai berinvestasi reksa dana dengan modal awal Rp 50.000.

2. Dikelola Oleh Manajer Investasi Terbaik

Berinvestasi di reksadana mandiri dikelola oleh manajer investasi yang terakreditasi resmi oleh OJK / Otoritas Jasa Keuangan.

  • PT Mandiri Manajemen Investasi
  • PT Manulife Aset Manajemen Indonesia
  • PT Schroder Investment Management Indonesia
  • PT Ashmore Asset Management Indonesia
  • PT Kresna Asset Management
  • PT Bahana TCW Investment Management
  • PT Batavia Prosperindo Aset Manajemen
  • PT Danareksa Investment Management
  • PT BNP Paribas Investment Partners

3. Unit Reksa Dana Dapat dengan Cepat Dijual Kembali

Saat berinvestasi di reksa dana, Anda bisa menjual kembali unit investasi awal atau keuntungan. Manajer investasi harus membeli kembali dan menarik dana dalam waktu maksimal 7 hari setelah pengajuan.

4. Menyediakan Berbagai Pilihan Reksadana bagi Manajer Investasi

Anda dapat memilih dan menyetorkan dana Anda ke reksa dana pilihan yang ditawarkan oleh Bank Mandiri.

Dengan menggandeng banyak manajer investasi, Bank Mandiri menyediakan berbagai pilihan reksa dana, mulai dari reksa dana pasar uang, pendapatan tetap, campuran, saham dan indeks.

5. Keterbukaan Laporan Keuangan

Setiap bulan Anda akan menerima laporan keuangan dan laporan portofolio fund fact sheet. Dengan demikian, Anda akan lebih mudah memahami perkembangan dan kinerja nilai investasi.

Baca:  Apakah Masuk Akal untuk Membeli Rumah untuk Investasi?

6. Keringanan Pajak

Menurut ketentuan Pasal 4 Ayat 3 I UU PPh, investasi reksa dana tidak termasuk dalam kategori target pajak penghasilan.

Tahapan Investasi Reksadana Mandiri

Sebelum memutuskan untuk berinvestasi di reksa dana, Anda perlu mengetahui terlebih dahulu tahapan investasi yang benar, yaitu:

1. Tujuan Berinvestasi

Pastikan Anda telah menentukan tujuan investasi dan memilih sumber pendapatan untuk berinvestasi.

2. Berapa Lama Anda Ingin Berinvestasi?

Hitung waktu yang dibutuhkan untuk mencapai tujuan investasi. Dengan cara ini, Anda dapat melihat perkembangan nilai investasi selama periode waktu tertentu dan memperkirakannya di lain waktu.

3. Apa Resiko dari Setiap Produk yang Ditawarkan?

Pahami risiko berinvestasi di reksa dana dan pilih produk berisiko yang sesuai dengan kemampuan atau kemampuan Anda.

4. Bagaimana Memaksimalkan Potensi Aset?

Alokasikan aset Anda ke beberapa instrumen investasi. Dengan demikian, Anda bisa mendapatkan manfaatnya yang optimal.

5. Bagaimana Menentukan Strategi dan Tujuan Investasi?

Pastikan untuk memantau portofolio investasi secara teratur. Metode ini sangat berguna untuk menetapkan strategi investasi dan mencapai tujuan investasi yang diharapkan. Terus diskusikan prioritas tersebut dengan manajer investasi.

Berapa Biaya untuk Membeli Reksadana Mandiri Investasi?

Investasi membutuhkan kematangan finansial, terutama reksa dana. Berikut adalah biaya yang diperlukan untuk membeli reksadana Mandiri.

1. Biaya Transaksi

Anda perlu membayar biaya transaksi berdasarkan jumlah transaksi, tergantung pada jenis transaksi. Berikut biaya yang harus ditanggung investor.

Biaya berlangganan (pemuatan front-end). Biaya (biaya pembelian) yang dibebankan kepada nasabah saat membeli reksa dana. Persentase ini bisa mencapai 2,5%, bahkan terkadang melebihi jumlah investasi.

Misalnya, Anda akan berinvestasi 2 juta rupiah, dengan beban awal 2,5%. Biaya yang harus Anda keluarkan adalah Rp 50.000 dan investasi awal sebesar Rp 1.950.000.

Biaya penebusan (backload). Pembayaran atau biaya penjualan yang dibebankan kepada nasabah pada saat melakukan transaksi pembayaran reksa dana.

Disebut juga beban penjualan yang ditangguhkan. Biasanya, persentase afterload sama dengan preload, 2,5%, yang dapat dikurangi menjadi 0% seiring waktu. Biasanya setelah 1 tahun beroperasi.

Biaya konversi / Switching Fee. Biaya konversi yang dibebankan kepada nasabah saat berpindah dari satu produk ke produk reksa dana lainnya.

2. Biaya Operasional

Biaya operasional adalah biaya saat ini dan biaya berulang yang dibebankan kepada pelanggan berdasarkan perubahan nilai aset bersih (NAB). Biaya ini meliputi:

Biaya manajemen / management fee. Biaya pengelolaan merupakan biaya tahunan yang dikenakan atas jasa pengelolaan pengelolaan reksa dana.

Misalnya, mempekerjakan manajer portofolio dan tim investasi. Biaya ini sudah termasuk dalam management rate (MER).

MER adalah total biaya pengelolaan, mulai dari biaya operasional tahunan serta pajak dan biaya terkait yang dibebankan ke dana tersebut.

Ini dinyatakan sebagai persentase dari rata – rata aset bersih dana tersebut dalam tahun tersebut.

Biaya kustodian. Biaya yang dibebankan oleh bank kustodian atas pengelolaan dan pengelolaan reksa dana.

Baca:  Cara Stop-Loss dan Take-Profit dalam Trading Forex

Biaya bank kustodian telah dimasukkan dalam perhitungan nilai aktiva bersih harian, dimana nilai aktiva bersih atau satuan (harga) telah mencerminkan harga bersih dikurangi biaya kustodian.

3. Apakah Nasabah Perlu Membayar Pajak Ketika Membeli Reksadana Mandiri?

Kabar baiknya adalah bahwa reksa dana tidak dikenakan pajak sama sekali. Karena reksa dana tidak termasuk dalam objek perpajakan. Hal ini sesuai dengan ketentuan Surat Pemberitahuan Tata Usaha Negara Perpajakan No. SE-18/PJ.42/1996, tanggal 30/04/1996.

Jenis – jenis Reksadana Mandiri

Reksadana yang disediakan Bank Mandiri banyak jenisnya, yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan investor. Berikut ini adalah jenis reksadana Mandiri yang tersedia.

1. Reksadana Penyertaan Terbatas / RDPT

Reksa Dana Penyertaan Terbatas atau RDPT adalah reksa dana yang dananya dikumpulkan dari investor profesional dan diinvestasikan dalam portofolio efek fisik.

Yang dimaksud dengan sektor fisik adalah kegiatan – kegiatan yang berkaitan dengan produksi komoditi. Layanan yang diberikan di sektor fisik juga disertakan. Namun tidak terbatas pada produksi barang dan /atau modal kerja dari kegiatan tersebut.

2. Reksadana Terproteksi / RDT

Reksa dana terproteksi adalah reksa dana yang memberikan perlindungan terhadap investasi awal investor melalui mekanisme pengelolaan portofolionya.

Manajer investasi reksa dana terproteksi menginvestasikan sebagian dananya pada efek bersifat utang yang tergolong layak investasi.

Nantinya, ketika surat utang itu jatuh tempo, setidaknya bisa menutupi nilai yang dilindungi.

3. Reksadana Konvensional  / open Рend

Reksa dana Konvensional (terbuka) adalah reksa dana yang dapat dibeli atau dijual kembali oleh investor setiap hari. Reksa dana tergantung pada tujuan investasi investor, kerangka waktu dan profil risiko.

Apakah Ada Risiko dalam Berinvestasi di Reksadana Mandiri?

Terlepas dari semua manfaatnya, risiko berinvestasi di reksa dana (termasuk berinvestasi di Mandiri Investasi) tetap ada. Salah satunya adalah risiko keuntungan yang tidak pasti.

Selain itu, jika Anda mengalami kerugian, Anda tidak akan mendapatkan perlindungan LPS. Tidak hanya itu, risiko reksa dana juga meliputi:

  • Risiko likuiditas
  • Resiko awal
  • Risiko pasar
  • Risiko perubahan kondisi ekonomi dan politik
  • Risiko pengurangan nilai unit yang berpartisipasi
  • Risiko perubahan undang – undang dan peraturan
  • Risiko lain yang tercantum dalam setiap prospektus reksa dana

Pertanyaan seputar Reksa Dana Mandiri Investasi

Dibawah ini beberapa pertanyaan terkait investasi reksadana Mandiri Investasi.

  • Dimana saya bisa melakukan transaksi pembelian dan mendapatkan penjelasan detail dari setiap produk reksa dana yang dijual oleh Bank Mandiri?
  • Setelah membeli reksa dana, apa bukti yang Mandiri berikan kepada nasabah sebagai tanda transaksinya?
  • Bagaimana klien mengetahui perubahan hasil investasi reksa dana?
  • Apa keuntungan dari layanan cicilan?

Paket cicilan adalah layanan tambahan yang diberikan oleh reksa dana berupa pembelian reksa dana secara berkala (bulanan), nominal pembelian dan jangka waktu tertentu yang ditentukan oleh nasabah sesuai dengan mekanisme pendebetan otomatis rekening tabungan.

Adhitama Elvan Investment / Digital Marketing

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *