10 Rekomendasi Saham Terbaik untuk Pemula

Rekomendasi Saham Terbaik untuk Pemula

Saham adalah salah satu instrumen investasi yang menawarkan potensi keuntungan yang besar, tetapi juga memiliki risiko yang tinggi.

Oleh karena itu, bagi Anda yang ingin berinvestasi di saham, Anda perlu mempelajari dasar-dasar investasi saham, cara menganalisis kinerja perusahaan, dan faktor-faktor yang mempengaruhi fluktuasi harga saham.

Untuk membantu Anda memulai investasi saham, berikut adalah 10 rekomendasi saham untuk pemula yang bisa Anda pertimbangkan:

10 Rekomendasi Saham Terbaik untuk Pemula yang Harus Dipertimbangakan

1. Bank Negara Indonesia (BBNI)

Bank Negara Indonesia (BBNI) adalah salah satu bank BUMN terbesar di Indonesia yang memiliki jaringan luas dan layanan perbankan yang lengkap.

BBNI memiliki kinerja keuangan yang solid, dengan pertumbuhan laba bersih sebesar 10,6% pada tahun 2022. BBNI juga memiliki rasio kredit bermasalah (NPL) yang rendah, yaitu 1,9% pada akhir tahun 2022.

BBNI juga memberikan dividen yang cukup tinggi, yaitu Rp 200 per saham pada tahun 2022.

2. Global Mediacom (BMTR)

Global Mediacom (BMTR) adalah perusahaan media terbesar di Indonesia yang memiliki bisnis di berbagai segmen, seperti televisi, radio, media cetak, media digital, dan konten.

BMTR memiliki pangsa pasar yang dominan di industri televisi, dengan tiga stasiun TV nasional, yaitu RCTI, MNCTV, dan GTV. BMTR juga memiliki anak usaha yang bergerak di bidang telekomunikasi dan teknologi informasi, yaitu MNC Vision Networks (MVN) dan Link Net (LINK).

Baca:  Apa Itu Manajer Investasi, Tugas dan Keuntungan untuk Anda

BMTR memiliki kinerja keuangan yang positif, dengan pertumbuhan pendapatan sebesar 8% dan laba bersih sebesar 23% pada tahun 2022.

3. Bank Central Asia (BBCA)

Bank Central Asia (BBCA) adalah bank swasta terbesar di Indonesia yang memiliki jaringan luas dan layanan perbankan yang inovatif. BBCA memiliki kinerja keuangan yang stabil, dengan pertumbuhan laba bersih sebesar 7% pada tahun 2022.

BBCA juga memiliki rasio kredit bermasalah (NPL) yang sangat rendah, yaitu 0,7% pada akhir tahun 2022. BBCA juga memberikan dividen yang sangat tinggi, yaitu Rp 1.000 per saham pada tahun 2022.

4. Indofood CBP Sukses Makmur (ICBP)

Indofood CBP Sukses Makmur (ICBP) adalah perusahaan makanan dan minuman terbesar di Indonesia yang memiliki produk-produk unggulan, seperti Indomie, Pop Mie, Sarimi, Chitato, Lay’s, Qtela, Indomilk, Cap Enaak, dan lain-lain.

ICBP memiliki kinerja keuangan yang baik, dengan pertumbuhan pendapatan sebesar 9% dan laba bersih sebesar 11% pada tahun 2022. ICBP juga memberikan dividen yang lumayan tinggi, yaitu Rp 200 per saham pada tahun 2022.

5. Telekomunikasi Indonesia (TLKM)

Telekomunikasi Indonesia (TLKM) adalah perusahaan telekomunikasi terbesar di Indonesia yang memiliki bisnis di berbagai segmen, seperti telepon rumah, telepon seluler, internet rumah, internet seluler, data center, cloud computing, dan lain-lain.

TLKM memiliki kinerja keuangan yang bagus, dengan pertumbuhan pendapatan sebesar 6% dan laba bersih sebesar 8% pada tahun 2022. TLKM juga memberikan dividen yang cukup tinggi, yaitu Rp 150 per saham pada tahun 2022.

6. MNC Investama (MNCM)

MNC Investama (MNCM) adalah perusahaan investasi terbesar di Indonesia yang memiliki bisnis di berbagai sektor, seperti media, keuangan, properti, energi, dan infrastruktur.

Baca:  PVP Coin: Koin Kripto Baru yang Menawarkan Transaksi Instan, Biaya Rendah, dan Stabilitas Harga

MNCM memiliki kinerja keuangan yang membaik, dengan pendapatan tumbuh sebesar 12% dan laba bersih tumbuh sebesar 28% pada tahun 2022. MNCM juga memberikan dividen yang cukup tinggi, yaitu Rp 50 per saham pada tahun 2022.

7. Unilever Indonesia (UNVR)

Unilever Indonesia (UNVR) adalah perusahaan barang konsumsi terbesar di Indonesia yang memiliki produk-produk terkenal, seperti Rinso, Sunlight, Lifebuoy, Lux, Pepsodent, Close Up, Pond’s, Dove, Sunsilk, Clear, Rexona, Axe, Vaseline, Walls, Royco, Bango, dan lain-lain.

UNVR memiliki kinerja keuangan yang konsisten, dengan pertumbuhan pendapatan sebesar 5% dan laba bersih sebesar 6% pada tahun 2022. UNVR juga memberikan dividen yang sangat tinggi, yaitu Rp 1.500 per saham pada tahun 2022.

8. Bank Mandiri (BMRI)

Bank Mandiri (BMRI) adalah bank BUMN terbesar di Indonesia yang memiliki jaringan luas dan layanan perbankan yang komprehensif.

BMRI memiliki kinerja keuangan yang kuat, dengan pertumbuhan laba bersih sebesar 12% pada tahun 2022.

BMRI juga memiliki rasio kredit bermasalah (NPL) yang rendah, yaitu 1,8% pada akhir tahun 2022. BMRI juga memberikan dividen yang cukup tinggi, yaitu Rp 200 per saham pada tahun 2022.

9. Adira Dinamika Multi Finance (ADMF)

Adira Dinamika Multi Finance (ADMF) adalah perusahaan pembiayaan terbesar di Indonesia yang berfokus pada pembiayaan kendaraan bermotor roda dua dan roda empat.

ADMF memiliki kinerja keuangan yang baik, dengan pertumbuhan pendapatan sebesar 10% dan laba bersih sebesar 14% pada tahun 2022. ADMF juga memiliki rasio kredit bermasalah (NPL) yang rendah, yaitu 1,5% pada akhir tahun 2022.

ADMF juga memberikan dividen yang lumayan tinggi, yaitu Rp 100 per saham pada tahun 2022.

Baca:  17 Cara Mendapatkan Bitcoin Gratis Dengan Mudah

10. Petrosea (PTRO)

Petrosea (PTRO) adalah perusahaan kontraktor pertambangan dan energi terkemuka di Indonesia yang memiliki bisnis di berbagai segmen, seperti pertambangan batubara, minyak dan gas bumi, infrastruktur maritim, dan rekayasa dan konstruksi.

PTRO memiliki kinerja keuangan yang luar biasa, dengan pertumbuhan pendapatan sebesar 25% dan laba bersih sebesar 40% pada tahun 2022. PTRO juga memberikan dividen yang sangat tinggi, yaitu Rp 500 per saham pada tahun 2022.

Itulah 10 rekomendasi saham terbaik untuk pemula yang bisa Anda jadikan referensi dalam berinvestasi saham.

Namun, Anda harus ingat bahwa investasi saham tidak hanya bergantung pada rekomendasi saja, tetapi juga memerlukan pengetahuan dan analisis yang mendalam tentang kondisi pasar dan perusahaan-perusahaan yang Anda pilih.

Selain itu, Anda juga harus berhati-hati dalam mengambil keputusan investasi dan siap menghadapi risiko-risiko yang mungkin terjadi.